Laporkan Masalah

KARAKTERISTIK LAHAN JATI PLUS PERHUTANI STUDI KASUS di KPH NGAWI dan KPH PEMALANG

LUSSIANA FAHMA NUR RACHMAWATI, Dr. Senawi, M.P., Dr. Ir. Haryono Supriyo, M.Agr.Sc

2015 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Jati Plus Perhutani merupakan produk unggul Perhutani yang didapatkan dari program pemuliaan pohon. Jati Plus Perhutani asal stek pucuk dikembangkan pada tahun 2008 di KPH Ngawi dan tahun 2009 di KPH Pemalang dengan tingkat keberhasilan yang cukup baik. Tetapi informasi mengenai karakteristik lahan JPP di tingkat KPH masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan produktivitas pada pertanaman rutin JPP di KPH Ngawi dan KPH Pemalang, mengetahui faktor pembatas fisik pertanaman rutin JPP, dan memberikan arahan karakteristik lahan yang sesuai untuk tanaman JPP. Penelitian ini dilakukan di KPH Ngawi pada umur 3 tahun dan 6 tahun, serta di KPH Pemalang pada umur 3 tahun dan 5 tahun. Pada tiap umur dan tiap KPH dilakukan 3 pengamatan pada petak yang berbeda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan line plot systematic sampling. Beberapa parameter yang diukur adalah tinggi dan diameter untuk mengetahui produktivitas tanaman jati. Selain itu juga dilakukan pengambilan sampel tanah untuk mengetahui sifat fisika dan kimia tanah. Ini dilakukan untuk mengetahui faktor pembatas fisik pertanaman rutin JPP. Hasil pengamatan produktivitas jati menunjukkan hasil bahwa produktivitas terbaik di KPH Ngawi umur 3 tahun sebesar 0,011077 m3, umur 3 tahun di KPH Pemalang sebesar 0,013853 m3. Produktivitas terbaik umur 5 tahun di KPH Pemalang sebesar 0,031420 m3. Produktivitas terbaik umur 6 tahun di KPH Pemalang sebesar 0,029785 m3. Sementara faktor pembatas fisik pertanaman tanaman rutin JPP di KPH Ngawi dan KPH Pemalang adalah kedalaman efektif tanah, kemiringan lahan, dan kemasaman tanah (nilai pH tanah). Tanaman JPP dapat tumbuh optimal di KPH Ngawi dan KPH Pemalang pada pembatas fisik kedalaman efektif tanah antara 70 cm hingga 100 cm, kemiringan lahan sebesar 0- 8%, dan kemasaman tanah masam hingga agak masam dengan nilai pH H2O 4,87 hingga 6,44.

Teak Plus of Perhutani was a Perhutani�s excellent product obtained from tree breeding program. Teak Plus of Perhutani originated from top cutting was developed in 2008 in KPH of Ngawi and in 2009 in KPH of Pemalang with fairly good successful level. However, information on characteristics of Teak Plus of Perhutani (JPP) in KPH level was still deficient. This research was aimed to know the difference of productivity in JPP routinely planting in KPH of Ngawi and KPH of Pemalang, to know physical limiter factors of JPP routinely planting and to provide guidance of field characteristics suitable with JPP plants. This research was conducted in KPH of Ngawi in ages of 3 and 6 years and also in KPH of Pemalang in ages of 3 and 5 years. In each age and each KPH were conducted 3 observations in different slot. The research was conducted by using a line plot systematic sampling. Some parameters measured were height and diameter to know teak plant productivity. Besides, it was also conducted land sample taking to know physics nature and land chemistry. This was conducted to know physical limiter factors of JPP routinely planting. The observation results of teak productivity showed that the best productivity in KPH of Ngawi aged 3 years of 0.011077 m3, aged 3 years in KPH of Pemalang of 0.013855 m3. The 5 year aged best productivity in KPH of Pemalang of 0.031420 m3. The 6 year aged best productivity of 0.029785 m3. Meanwhile, physical limiter factors of JPP routinely planting in KPH of Ngawi and KPH of Pemalang was land effective depth, land slant and land acidity (land pH value). JPP plants could grow optimally in KPH of Ngawi and KPH of Pemalang in physics limiter of land effective depth between 70 cm and 100 cm, land slant of 0-8% and land acidity was rather acid with pH value of H2O was 4.87 to 6.44.

Kata Kunci : JPP, Karakteristik lahan, Ngawi, Pemalang