HUBUNGAN WAKTU TUNGGU OPERASI TERHADAP ANGKA MORTALITAS PADA PASIEN FRAKTUR INTERTROKHANTER FEMUR USIA TUA PASKA OPERASI
MUHAMMAD ANGGORO JATI, Dr.dr. Puntodewo, M.Kes, Sp.OT(K), FICS
2015 | Tesis | SP ORTHOPAEDIK DAN TRAUMATOLOGILatar belakang: Fraktur intertrokhanter femur adalah jenis fraktur yang sering terjadi pada pasien dengan osteoporosis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Efek dari penundaan waktu operasi pada pasien fraktur intertrokhanter usia tua telah menjadi subyek yang sangat menarik dalam dua dekade terakhir. Terapi surgikal dalam 24 jam setelah admisi masuk rumah sakit telah disarankan oleh Royal College of Phsycians’s Guidelines, meski demikian, efek dari waktu tunggu operasi terhadap angka mortalitas masih menjadi kontoversi. Metode: Dilakukan review secara retrospektif terhadap pasien yang menjalani operasi untuk fraktur intertrokhanter femur dari Januari 2009 hingga Desember 2012. Data klinis yang direview meliputi Waktu tunggu operasi, lama hospitalisasi (length of stay), usia, jenis kelamin, Body Mass Index, komorbiditas (hipertensi, diabetes melitus, demensia, penyakit kardiovaskular, gangguan respirasi, gangguan penglihatan), kadar haemoglobin, kadar albumin, kadar leukosit, skor ASA, lama operasi dan jenis operasi. Analisa bivariat dan multivariat dilakukan untuk mencari hubungan dari variabel variabel khususnya “waktu tunggu dari admisi hingga operasi†dengan angka mortalitas 30 hari, angka mortalitas 6 bulan dan angka mortalitas 1 tahun. Hasil: Terdapat 78 pasien fraktur intertrokhanter femur yang memenuhi kriteria inklusi dengan karakteristik sebanyak 53 (68%) perempuan, 25 (32%) laki-laki, kelompok umur terbanyak adalah usia 70 – 79 tahun (mean : 76,49 th, mean dari waktu tunggu dari admisi hingga operasi adalah 9,15 hari (SD : 3,87), dan angka mortalitas 30 hari adalah 10 (13%), angka mortalitas 6 bulan adalah 18 (23%) dan angka mortalitas 1 tahun adalah 28 (36%). Waktu tunggu dari admisi hingga operasi memiliki efek signifikan terhadap angka kematian 30 hari paska operasi pada pasien fraktur intertrokhanter usia tua (p = 0,05). Beberapa faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan angka mortalitas secara general adalah jenis kelamin, penyakit kardiovaskular, gangguan pernafasan, gangguan penglihatan, angka leukosit dan angka albumin serum. Pada angka mortalitas 30 hari adalah lama hospitalisasi (length of stay), gangguan penglihatan, dan waktu tunggu dari admisi hingga operasi, pada angka mortalitas 6 bulan adalah usia, lama hospitalisasi, dan penyakit kardiovaskular, pada angka mortalitas 1 tahun adalah usia, lama hospitalisaasi, lama operasi, jenis kelamin, dan angka leukosit darah. Kesimpulan: Waktu tunggu dari admisi hingga operasi memiliki efek yang signifikan terhadap angka kematian 30 hari paska operasi pada pasien fraktur intertrokhanter femur paska operasi.
Background : Intertrochanteric fractures are common fractures in patients with osteoporosis and the morbidity and mortality rate is high, effect of delay of surgery on the geriatric intertrochanteric fractures has been a subject of interest in the past two decades. Surgical repair within 24 hr after admission is recommended by The Royal College of Physicians’ guidelines, however, the effect of interval time from admission to surgery on mortality remains controversial. Methods : Patient who underwent surgery for femoral intertrochanteric fractures from January 2009 to December 2012 were reviewed retrospectively. Clinical data reviewed included interval time from admission to surgery, length of stay, age, gender, body mass index (BMI), comorbidity, blood hemoglobin level, serum albumin level, blood leucocytes level, ASA score, length of surgery, and type of surgery. Bivariate and multivariate analyses were performed to identify the relative contribution of the variables especially “interval time from admission to surgery†to 30 day mortality, 6 month mortality and 1 year mortality. Result : There were 78 femoral intertrochanteric fracture patients who met the inclusion criteria with characteristic of 53 (68%) women, 25 (32%) of men, the most age group were 70- 79 years old (mean : 76,49 y.o), mean of Interval time from admission to surgery was 9,15 day (SD : 3,87) and the 30-day mortality rate was 10 (13%), 6 month mortality rate was 18 (23%) and 1 year mortality rate was 28 (36%), Interval time from admission to surgery had an significantly effect on 30 day mortality rate in post operative elderly femoral intertrochanteric fracture patient ( p = 0,05 ) , Some factor that had significantly relation to general mortality rate were sex, cardiovascular diseases, respiratory diseases, visual dysfunction, leucocytes level, serum albumin level. 30 day mortality rate were length of stay, visual dysfunction, and Interval time from admission to surgery, 6 month mortality rate were age, length of stay and cardiovascular disesases, 1 year mortality rate were age, length of stay, length of surgery, sex, blood leucocytes level. Conclusion: Interval time from admission to surgery had an significantly effect on 30 day mortality rate in post operative elderly femoral intertrochanteric fracture patient
Kata Kunci : Fraktur intertrokhanter femur, angka mortalitas, usia tua, waktu tunggu dari admisi hingga operasi