Laporkan Masalah

Persepsi peserta Diklat kepemimpinan tingkat III tentang pendidikan dan pelatihan dalam meningkatkan kompetensi peserta :: Studi kasus di Pusdiklat regional Depdagri Yogyakarta

LUBIS, Sangkot Marisi, Prof.Dr. Miftah Thoha

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Era globalisasi serta kemajuan teknologi yang terjadi demikian pesat, menuntut kompetensi para aparatur pemerintah yang memadai terutama kompetensi di bidang akademis, kepemimpinan, manajerial, dan kompetensi perilaku. Hal ini dirasakan semakin penting, karena lingkungan kerja dan tuntutan jabatan terutama sebagai pemimpin menjadi semakin kompleks dan cepat berubah. Agar aparatur pemerintah terutama yang berada di wilayah pemerintahan daerah dapat menjalankan peranannya sebagai pemimpin secara baik, maka diharapkan para aparatur tersebut .mampu meningkatkan kompetensi-kompetensinya secara terus-menerus yang salah satunya dengan cara mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) mengenai pengembangan kompetensi akademis, kepemimpinan, manajerial, dan perilaku. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara survey, yakni mengumpulkan data tentang persepsi peserta Diklatpim 111 mengenai peranan Diklat terhadap pengembangan kompetensi akademis, kepemimpinan, manajerial, dan perilaku peserta. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif yaitu mengambarkan data-data yang ada. Pengumpulan data dilakukan dengan cara angket, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan adalah bersifat kualitatif sehingga analisis yang digunakan adalah analisis non statistik. Berdasarkan hasil penelitian yakni dengan cara menganalisis datadata yang dikumpulkan melalui angketlkuesioner, secara umum para peserta Diklatpim 111 memiliki persepsi yang sama yakni dengan memberikan tanggapan yang sangat positif tentang manfaat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) yang diadakan di Pusdiklat Regional Departemen Dalam Negeri Yogyakarta dalam pengembangan kompetensi akademis, kepemimpinan, manajerial, dan perilaku. Hal ini dapat dilihat dari tingkat rata-rata jawaban dari peserta Diklatpim 111 tentang kompetensikompetensi tersebut. Untuk kompetensi akademis diperoleh rata-rata sebesar 3,71, kompetensi kepemimpinan sebesar 3,67, kompetensi manajerial sebesar 3,58, dan kompetensi perilaku sebesar 3,62. Berdasarkan data tersebut maka dapat dikatakan bahwa Diklat yang diadakan di Pusdiklat Regional Departemen Dalam Negeri Yogyakarta, dapat atau mampu meningkatkan kompetensi peserta. Namun jika dibandingkan keempat kompetensi tersebut, peranan Diklat tertinggi adalah untuk pengembangan kompetensi akademis, kepemimpinan, dan perilaku. Untuk kompetensi manajerial tergolong belum begitu memadai dibandingkan dengan kompetensi lainnya. Hal ini mempertihatkan bahwa materi Diklat yang diberikan di Pusdiklat Regional Departemen Dalam Negeri Yogyakarta, perlu mendapat perhatian yang lebih baik sehingga peranan Diklat di bidang kompetensi tersebut dapat semakin baik.

The globalization era and tecnology advancement that are so rapidly demand adequate competances of government apparatuses especially ones of academic, leadership, manajerial, and behavioral fields of the echelon 111 level. They seem to be increasingly important because the working environment and oftice demand that change rapidly and more and more complex particularly as a leader. In order that the government apparatuses especially who are in the the regional government territory may implement well their roles as leaders, hopefully the apparatuses be able to improve their competences continually, one of which by taking Diklat (education and trainning) in relation to the improvement of academic, leadership, managerial, and behavior competences. The method used in this study was the survey method, namely collected data about the perceptions of the Diklatpim (leadership education and trainning) 111 takers with respect to the Diklat roles on the improvement of takers' academic, leadership, managerial and behavior competences. The data analysis technique used was the descriptive analysis, namely described the existing data. The collection data was carried out by holding polls, interviews and documentations. The collected data were qualitative so that the used analysis was the non-statistic analysis. Based on the study result namely analyzing the data collected by polIs/questionnaires, the Diklatpim 111 takers, in general, have the same perceptions, viz. giving very positive responses about the benefits of the Diklat held in the Pusdiklat (education and trainning center) of the Yogyakarta Regional Department-of-Internal Affairs on the improvement of takers' academic, leadership, managerial, and behavior competences. They can be seen from the mean response level of the Diklatpim 111 takers in the competences. The mean of academic, leadership, managerial, and behavior competences was 3.71 , 3.67, 3.58, and 3.62 respectively. Based on the data in the Pusdiklat of the Yogyakarta Regional Department-of- Internal Affairs was able to improve the takers' competences. But if, we compare the four competences each other the highest Diklat role is the improvement of academic, followed respectively by leardership, and behavior competences. The managerial competence belongs to the inadequite category if it is compared with the other competence. It shows that the Diklat materials given in the Pusdiklat of the Yogyakarta Regional Department-of-Internal Affairs need to pay better attention to the managerial competence so that it would improve.

Kata Kunci : Diklat Aparatur,Kepemimpinan,Persepsi Peserta, Pusdiklat (education and trainning center), echelon, Diklatpim (leadership education and trainning), competence


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.