Pengaruh Saliva Manusia Terhadap Timbunan Kolagen Biakan Fibroblas Kulit Normal
C. CARAKA TRI ROSARI, Dr. dr. Yohanes Widodo Wirohadidjojo, Sp.KK(K); dr. Agnes Sri Siswati, Sp.KK(K)
2015 | Tesis | SP ILMU PENYAKIT KULIT DAN KELAMINMatriks ekstraseluler yang penyusun utamanya berupa kolagen, merupakan suatu network kompleks yang bertanggung jawab membentuk dan memelihara arsitektur jaringan. Kolagen dalam jaringan disintesis oleh fibroblas, yang dalam prosesnya membutuhkan berbagai faktor pertumbuhan (FP). Saliva sebagai sumber yang kaya FP diharapkan dapat menjadi alternatif bahan yang dapat digunakan untuk menginduksi sintesis kolagen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh saliva manusia dalam menginduksi sintesis kolagen biakan fibroblas kulit normal yang diukur berdasarkan densitas optik timbunan kolagen. Biakan fibroblas kulit normal manusia pasase keenam dibagi menjadi 10 kelompok, yakni kelompok kontrol, serta kelompok perlakuan yang diberi saliva puasa 1 jam, 2 jam, dan 6 jam, yang masing-masing terbagi lagi menjadi konsentrasi 25%, 50%, dan 100%. Inkubasi dilakukan selama 72 jam, selanjutnya jumlah kolagen tidak larut dalam physiological buffered saline diukur dengan metoda Sirius Red. Perbandingan rerata timbunan kolagen dianalisis secara statistik menggunakan Friedman dan post-hoc Wilcoxon. Densitas optik rerata timbunan kolagen tertinggi tampak pada kelompok yang diberi perlakuan 25% saliva puasa 1 jam. Konsentrasi saliva yang makin tinggi akan menurunkan timbunan kolagen. Waktu puasa yang semakin panjang juga menurunkan timbunan kolagen (puasa 2 jam), namun perlahan meningkat kembali setelah puasa 6 jam. Saliva manusia dapat meningkatkan timbunan kolagen biakan fibroblas kulit normal.
Extracellular matrix is a complex network that is responsible for determining and maintaining tissue architecture. Collagen as its main structural component is synthesised by fibroblast which needs many kinds of growth factors (GFs). Saliva as a rich source of GFs is expected to induce collagen synthesis. This research is conducted to identify the effect of human saliva in inducing collagen synthesis of human skin fibroblasts measured by the density of collagen deposition. Cultured normal human skin fibroblasts sixth passage divided into 10 groups, the control group and groups treated with 1 hour, 2 hours, and 6 hours fasting saliva, each of which consists of a concentration of 25%, 50%, and 100%. After 72 hours of incubation, the amount of collagen deposition in physiological buffered saline solution is measured by Sirius Red assay. Mean comparison of the collagen deposition in each group were analyzed using Friedman and post-hoc by Wilcoxon. The highest collagen deposition density was seen in the group treated with 25% 1 hour fasting saliva. Higher concentration decreases the collagen deposition density. Longer fasting time also decreases the collagen deposition density (2 hours fasting), but will slowly increase again after 6 hours fasting. Human saliva can increase collagen deposition of normal skin fibroblast.
Kata Kunci : saliva manusia, timbunan kolagen, fibroblas kulit manusia