Pengembangan karier sumber daya aparatur pemerintah Propinsi bengkulu
MARETA, Arna, Dr. Muhadjir Darwin
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikMasalah sumber daya manusia merupakan isu aktual yang mencuat kepermukaan dan diperdebatkan banyak orang. Kemiskinan intelektual dan profesionalisme merupakan salah satu sumber kelemahan dan penyebab rendahnya kualitas aparatur di Pemerintah Propinsi Bengkulu. Penanganan masalah ini merupakan salah satu tugas Biro Organisasi dan Kepegawaian dalam melaksanakan pengembangan karier sumber daya aparatur. Adapun rumusan masalahnya adalah: Bagaimanakah deskripsi pengembangan karier pegawai, dan faktor-faktor apa saja yang ikut menentukan pengembangan karier pegawai, reformasi apa yang dibutuhkan untuk memperbaiki sistem pengembangan karier pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Propinsi Bengkulu ? Untuk mengetahui pengembangan karier sumber daya aparatur yang ada di Pemerintah Propinsi Bengkulu, penelitian ini didasarkan pada teori pengembangan karier pegawai, struktur organisasi, kultur organisasi, perencanaan pengembangan aparatur, pendidikan dan pelatihan, penempatan pegawai, keterkaitan inovatif dengan profesionalisme, Sedangkan variabel dependent terdiri dari: A. Pengembangan karier sumber daya aparatur Pemerintah Propinsi Bengkulu: 1. Kualitas dalam pengembangan karier aparatur: a. Kualitas dalam penempatan pegawai b. Kualitas peningkatan profesionalisme pegawai: (1). Sistem pelatihan (2). Sistem inovatif yang terkait dengan profesionalisme 2. Faktor stru ktural: a. Otonomi dari Biro Organisasi dan Kepegawaian dalam pengembangan karier pegawai b. Dukungan ekstemal terhadap lembaga birokrasi c. Kelancaran mekanisme kerja antar instansi terkait 3. Kultur birokrasi : a. Spirit profesionalisme aparatur b. Fenomena KKN dalam sistem kenaikan pangkat, pelatihan, dan penempatan pegawai. B. Faktor penjelasnya: 1. Motivasi kerja pegawai 2. Kepemimpinan 3. Kebijaksanaan pemerintah. Juga dilakukan penelitian lapangan dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan unit analisis jajaran Pemerintah Propinsi Bengkulu. Dan hasil penelitian dan analisa diketahui bahwa kualitas pengembangan karier sumber daya aparatur di Pemerintah Propinsi Bengkulu masih tergolong sangat rendah dan kurang optimal. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh banyak hall yang antara lain: kesalahan dalam penempatan pegawai, sehingga dalam melaksanakan tugas tidak secara profesionalisme dan tidak dapat melakukan inovasi dalam meningkatkan kinerja. Pegawai di Biro Organisasi dan Kepegawaian masih dipengaruhi oleh intewensi dari pimpinan tertinggi, sehingga prosedur dalam pengembangan karier pegawai seringkali tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pengisian jabatan dinominasi oleh faktor senioritas dan golongan / pangkat, bukan pendidikan yang lebih utama. Agar organisasi Pemerintah Propinsi Bengkulu menjadi organisasi yang memiliki kualitas pengembangan karier pegawai yang lebih optimal, maka Pemerintah Propinsi Bengkulu, melalui Biro Organisasi dan Kepegawaian diharapkan dapat melakukan peningkatan dan pengembangan karier yang lebih terencana, serta mempersempit ruang gerak KKN yang pada akhimya dapat meningkatkan profesionalisme pegawai, dan dapat meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.
Human resources problem is actual issue that comes and debated by many people. The poor intellectual and professionalism problems are two of weak source and makes low quality of apparatus at government in Bengkulu Province. Solving these problems are of duties for bureaucracy organization and civil service to progress and develop career of apparatus resources and the formulation of the problems is determine the apparatus career development, what factors determine the apparatus career development, what kind of reformation needed to improve the system of Bengkulu province government ? Knowing the developing of apparatus career in Bengkulu Province, this research based on theory of apparatus career development, organization structure, organization culture, apparatus development plan, education and training, apparatus placement, innovative relevance with professionalism, bureaucracy reformation. In addition, dependent variables include: A. Apparatus career development in Bengkulu Province: 1. Quality of apparhtus career development: a. Quality of apparatus placement b. Quality of apparatus professionalism development: (1). Training system (2). Innovative system in relation to professionalism 2. Structural factor: a. Autonomy of bereaucracy organization and civil service in developing apparatus career b. External support to bureaucracy organization c. Good working mechanism between related organization units 3. Bereaucracy Culture: a. Professionalism spirit of the apparatus b. CCN phenomenon in grade promotion system, training, and apparatus placement. 6. Describing factors: 1. Working motivation of apparatus 2. Leadership 3. Government policy. Field research is also done using descriptive and qualitative research methodology along with analysis unit personnel of Bengkulu province government. With the result research and analyses, known that the quality developing career of apparatus at government in Bengkulu still low and not optimally. This condition is very influenced by many factors, namely: default in placement for employee. So that to do the duty is not professionalism and could not give innovation in working. Worker in bureau organization and civil service still influenced with intervention from top decision makers, so prosedure increasing for employee career almost not suitable hope. Disturbance and a rute of development which is have duty for studies, caused indolence to get back to area where they come from beside that there is no vacancy for promotion for new intellectual or job opening. Position is always dominated by seniority and status ( level ), not for great education. In order to get organization at government in Bengkulu to be organization which is has developing career quality more optimally, so government in Bengkulu Province, through bureau organization and civil service hope could get increase and develop career with more planning, beside that vanishes CCN phenomenon. Finally, there is increasing employee professionalism and could increase treatment for society
Kata Kunci : Aparatur Pemerintah Daerah,Pengembangan Karier,Propinsi Bengkulu