ADAPTATION STRATEGIES TO NOISE IN HOUSING NEAR THE SOEKARNO-HATTA INTERNATIONAL AIRPORT
ADHIKA PARATMA W, Ir. Agam Marsoyo, MSc., PhD.
2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan DaerahPerumahan merupakan salah satu kebutuhan utama bagi manusia. Seiring dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk, kebutuhan akan perumahan juga semakin meningkat, baik di desa maupun di kota. Pesatnya perkembangan perumahan terjadi di berbagai area termasuk di area sekitar bandara. Kedekatan lokasi perumahan dengan bandara membuat area disekitar perumahan menjadi relatif bising. Penelitian ini berfokus pada strategi adaptasi penduduk yang tinggal di sekitar area bandara dalam mengatasi kebisingan yang diakibatkan oleh operasi bandara. Pembahasannya meliputi hal-hal yang melatar-belakangi keputusan para penduduk untuk tinggal di daerah sekitar bandara dan strategi-strategi yang dilakukan para penduduk dalam beradaptasi dengan lingkungan yang bising. Penelitian ini mengambil lokasi di Perumahan Bandara Mas, sebuah perumahan yang terletak sekitar 700 meter dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang. Metode penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan perangkat survei berupa kuisioner. Adapun data yang diperoleh merupakan representasi dari variabel-variabel yang terkait dengan penelitian. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan korelasi Spearman dengan bantuan program SPSS. Berdasarkan analisis, hal-hal yang melatar-belakangi keputusan para penghuni untuk tinggal di kasawan sekitar bandara adalah faktor aksesibilitas terutama akses pintu tol bandara yang menghubungkan bandara dengan pusat kota Jakarta. Di sisi lain kebisingan lingkungan relatif tidak menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi tempat tinggal. Dalam hal strategi adaptasi, penelitian ini mengkaji dua jenis strategi, yaitu perubahan perilaku dan perubahan pada lingkungan sekitar untuk menghindari atau mengurangi kebisingan sebagai dampak dari operasi bandara. Perubahan perilaku yang terjadi antara lain penghuni menjadi lebih banyak menghabiskan waktu diluar dan jauh dari rumah mereka yang bising. Selain itu mereka menjadi lebih sering menutup pintu dan jendela ketika di berada dalam rumah. Mereka juga beranggapan bahwa mereka menjadi terbiasa berkomunikasi dengan lebih keras agar dapat berkomunikasi secara lebih efektif. Dalam hal perubahan terhadap lingkungan sekitar, tidak ditemukan bukti bahwa penduduk melakukan perubahan-perubahan terhadap lingkungan untuk mengurangi kebisingan.
Housing is one of the primary needs of human beings. A higher population growth triggers a higher demand for housing, both in rural and urban areas. In addition, rapid housing development happens in all areas, including the area near the airport. The close distance of the housing to the airport creates a relatively noisy housing environment. This research focuses on the adaptation strategies of the residents that live near the airport in dealing with the noise that is produced by the airport operation. The aims of this research are to determine the factors that underpin the residents' choice to live near the airport and to explore the strategies of the residents to adapt to the noisy environment. This research took place at Perumahan Bandara Mas, a housing area which is located approximately 700 meters from the Soekarno-Hatta International Airport, Tangerang. In terms of methodology, this research uses a quantitative method with a questionnaire as the main tool for the data gathering. Furthermore, the data from the questionnaires represents the variables in this research. The data is then processed with the Spearman Correlation Test using SPSS software. This research found that the main factor that underpins the decision of the respondents to live near the airport is accessibility, especially accessibility to the airport's toll road gate that connects the airport to Jakarta's CBD. In contrast, the environment, in particular the noisy environment, is not considered when choosing the place to settle. In terms of adaptation strategies, two types of strategies were explored. The strategies are individual behavioral changes and changes to the environment to adapt to a noisy environment. In accordance with behavior, this study finds that to deal with the noise disturbance, the residents tend to spend more time outside and far from their home to avoid the noisy environment. While staying in their home, they often close the door and windows to reduce the noise into their house. They also claim that they speak louder to communicate more effectively. Whilst in the environment, there is no evidence of efforts made by the residents to reduce the noisy environment.
Kata Kunci : adaptation strategies, housing, noise, airport