pengaruh kunyit ( curcuma longa ) terhadap perubahan nilai DNS-DNE pasien neuropati diabetika
ARSTYA DEWANTARA, prof. Dr.dr. Samekto Wibowo, Sp.S(K), dr. Ahmad Asmedi, SpS(K)
2015 | Tesis | S2 Ilmu Penyakit SyarafNeuropati diabetika adalah komplikasi dari diabetes yang memerlukan pengobatan dalam jangka lama dan kunyit dengan zat aktif yag terkandung didalamnya diharapkan dapat digunakan sebagai pengobatan neuropati diabetika. Penelitian ini menggunakan metode kuasi eksperimental. Subjek penelitian adalah penderita neuropati diabetika yang berobat di RSUP Dr. Sardjito selama bulan Agustus-September 2014 yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji t, chi square dan uji fisher. Sebanyak 57 penderita neuropati diabetika yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi terlibat dalam penelitian ini. Dua puluh Sembilan subjek mendapatkan terapi kurkumin 1100 mg/ hari terbagi dalam dua dosis sedangkan 28 subjek mendapatkan terapi plasebo. Pemilihan terapi dipilih dengan menggunakan metode konstitutif. Dalam pelaksanaannya terdapat 3 subjek yang tidak dapat melanjutkan penelitian, dua pada kelompok terapi dan satu pada kelompok plasebo. Hasil uji statistik perbandingan perubahan penurunan nilai DNS dan DNE pada kedua kelompok penelitian menunjukkan terdapat perubahan nilai yang lebih besar pada kelompok terapi dibandingkan plasebo tetapi tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai DNS maupun nilai DNE (p > 0,05; p = 0,438 dan 0,571). Pada analisis secara proporsional, terlihat subjek yang mengalami perbaikan gejala lebih banyak didapatkan pada kelompok terapi dibandingkan dengan placebo tetapi belum terdapat hubungan yang bermakna antara proporsi dengan perlakuan (p> 0,005; p = 0,351). Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat trend perbaikan klinis pada pasien neuropati diabetika walaupun tidak terdapat perbaikan nilai DNS-DNE yang bermakna, pasien neuropati diabetika yang diterapi dengan menggunakan kunyit dibandingkan dengan plasebo.
Introduction: Diabetic neuropathy is the complication from diabetes which need long term medication and curcuma with the active substance is expected can be used as a treatment in diabetic neuropathy. Aim: To know the diabetic neuropathy improvement by measured DNS DNE after the curcuma treatment. Method: This study used quasi experimental as the method. The subjects from this study are the diabetic neuropathy patients in RSUP Dr. Sardjito from August until September 2014 who meet the inclusion criteria. Analyzing data using T-test, Chi Square, and Fisher Test. Result: As much as 57 patients who met inclusion criteria were involved in this study. There are 29 patients who got curcuma treatment 1100mg/day divided into 2 doses while 28 patients got placebo. The treatment was chosen by using constitutive method. When this study conducted, there are 3 patients could not continue the treatment, two patients were from the curcuma group and the other was from placebo group. The result from the statistical analysis showed that there are difference in DNS and DNE score in the both group treatment, which in curcuma treatment group has bigger differences than the placebo group, however this difference is not statistically significance in both DNS and DNE score (p>0,05; p=0,438 and 0,571). In proportional analysis showed that patients who underwent curcuma treatment had better improvement than in placebo group but it is not statistically significant (p>0.05; p=0,351). Conclusion: there is trend in clinical improvement from the diabetic neuropathy patients altough there is not statistically significant DNS-DNE score improvement from the curcuma treatmet group compared to placebo group.
Kata Kunci : Kunyit, Neuropati Diabetika, DNS-DNE