FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KETEPATANPEMBERIAN OPINI ATAS KEWAJARAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Pada Pemeriksa Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia)
SHRI AGASTYA D VCDY, Dr. Sony Warsono, MAFIS., Ak.
2015 | Tesis | S2 AkuntansiBadan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) merupakan auditor independen di sektor publik Indonesia. Salah satu pemeriksaan yang dilakukan BPK RI adalah pemeriksaan keuangan yang bertujuan untuk menetapkan opini atas kewajaran laporan keuangan. Fenomena yang terjadi pada saat ini adalah BPK RI sering mendapat kritikan bahwa opini pemeriksa atas kewajaran laporan keuangan tidak mencerminkan kondisi pengelolaan keuangan lembaga negara yang sebenarnya. Berdasarkan fenomena tersebut penelitian ini dilakukan untuk menganalisis profesionalisme pemeriksa BPK RI dalam menetapkan opini atas kewajaran laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh skeptisme profesional, pertimbangan profesional dan penilaian risiko kecurangan terhadap ketepatan pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan di BPK RI. Penelitian ini dilakukan dengan metoda survei menggunakan kuesioner kepada penanggungjawab, pengendali teknis dan ketua tim pemeriksaan keuangan BPK RI yang terlibat dalam proses penetapan opini atas kewajaran laporan keuangan. Penelitian dilakukan terhadap 73 pemeriksa BPK RI sebagai sampel dengan teknik analisis regresi berganda menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS 20.0 for Windows. Berdasarkan pengujian hipotesis, skeptisme profesional tidak berpengaruh terhadap ketepatan pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan berdasarkan nilai probabilitas 0,374 (>0,05). Pertimbangan profesional berpengaruh positif terhadap ketepatan pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan berdasarkan nilai probabilitas 0,010 (<0,05) dan penilaian risiko kecurangan berpengaruh positif terhadap ketepatan pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan berdasarkan nilai probabilitas 0,004 (<0,05).
Republic of Indonesia Supreme Audit Board (BPK RI) is an independent auditor in Indonesia public sector. One of the BPK audit is intended to establish an opinion on the fairness of the financial statements. Phenomena that occurs now is BPK is often criticized that auditor’s opinion on the fairness of the financial statements did not reflect actual condition of state institution. Based on this phenomena this study was conducted to analyze professionalism BPK auditor’s in determining opinions on the fairness of the financial statements. This research was intended to identify effect of professional skepticism, professional judgment and fraud risk assessment over appropriateness of opinion provision over financial statement fairness in the Supreme Audit Board. This research was done with survey method using questionnaire to responsible person, technical controllers and chief of Supreme Audit Board financial audit team that involving in determination of opinion over financial statement fairness. The research was done on 73 auditors as sample using multiple-regression analysis with IBM SPSS 2.00 for windows. Results of hypothesis test indicated professional skepticism did not affect appropriateness of opinion over financial statement fairness with probability 0.374 (>0.05). Professional judgment affect positively on appropriateness of opinion over financial statement fairness with probability 0.010 (<0.05) and fraud risk assessment affect positively appropriateness of opinion over financial statement fairness with probability 0.004 (<0.05).
Kata Kunci : skeptisme profesional, pertimbangan profesional, penilaian risiko kecurangan, ketepatan pemberian opini atas kewajaran laporan keuangan