Laporkan Masalah

MODEL PENGELOLAAN HUTAN LINDUNG DENGAN PENDEKATAN SEM (Structural Equation Modeling) Studi Kasus: Resort Pengelolaan Hutan (RPH) Mangunan dan RPH Dlingo, BDH Yogyakarta, KPH YOGYAKARTA

AGUS SUPRIYANTO, Prof. Dr. Ir. H. Djoko Marsono

2015 | Tesis | S2 ILMU KEHUTANAN/MKSDAL

Hutan lindung sesuai tujuannya mengemban tugas yang sangat berat baik dari fungsi ekologis maupun fungsi sosial ekonomis. Hutan lindung berfungsi sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut dan memelihara kesuburan tanah. Hutan yang terjaga dengan baik sangat menunjang kegiatan penduduk yang tinggal di sekitar wilayah hutan. seperti sektor pertanian, agroforestry, perkebunan, perikanan dan peternakan. Pemanfaatan hutan ini dapat ditingkatkan dari waktu ke waktu sesuai dengan sifat penggunaannya yang beraneka ragam untuk mencapai penggunaan yang optimal. Ironisnya, dengan fungsi yang demikian berat, keberadaan hutan lindung masih menghadapi ancaman atas eksistensinya. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui kondisi biogeofisik lahan dan sosial ekonomi masyarakat di sekitar hutan lindung. Selain itu juga untuk mengetahui hubungan variabel-variabel dalam penelitian untuk digunakan sebagai dasar dalam merumuskan strategi pengelolaan hutan lindung. Strategi pengelolaan semestinya diselaraskan dengan karakteristik kelembagaan, kebijakan dan sesuai kebutuhan sosial ekonomi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah explanatory research yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis. Lokasi penelitian adalah hutan lindung di RPH Mangunan dan RPH Dlingo, BDH Yogyakarta, KPH Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel Kelembagaan Internal, Kelembagaan Eksternal, Sosial dan Kebijakan terhadap variabel Pengelolaan Hutan Lindung. Terdapat pengaruh yang siginifikan antara Pengelolaan Hutan Lindung dengan Ekonomi masyarakat di sekitar hutan. Nilai hubungan antar variabel tersebut digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi pengelolaan hutan lindung dengan menggunakan metode SWOT.

Protected forests handle hard tasks for both ecological and social-economic function. Protected forest serves as the protection of life support systems to manage the water, prevent flooding and erosion, to prevent the intrusion of sea water and maintain soil fertility. People activities, whom are living around the forest, were influenced by well-managed forest, such as agriculture, agro forestry, plantation, fishery, and livestock. The forest utilization can be increased from time to time in accordance to its natural benefit to achieve optimal usage, however, the existence of the protected forest is still facing major treats. The purpose of this research was to determine the condition of the land biophysics and socio-economic communities around protected forest. Moreover, this research also determined the relationship among variables, which can be used as the baseline to formulate the protected forest management strategies. The management strategies should be aligned with institutional characteristics, appropriate policies and socio-economic needs of society. The method used in this research was an explanatory research, which the aims of the research was to explain the causal relationship between variables through hypothesis testing. The location of this research were protected forest in Mangunan and Dlingo Forest Management Resort (RPH Mangunan dan RPH Dlingo), Yogyakarta Forest Management Unit (KPH Yogyakarta). The results showed a significant influence among the variables of Internal Institution, External Institution, Social and Policy towards Protected Forest Management variable. In addition, there was also a significant influence between the variables of Protected Forest Management and Economic variable. The value of the relationship between these variables were used for the basic to develop protected forest management strategy by using SWOT method.

Kata Kunci : Pengelolaan, Hutan Lindung, SEM (structural equation modeling), RPH Mangunan, RPH Dlingo, KPH Yogyakarta


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.