Efektivitas penyelenggaraan program Diklat :: Kasus penyelenggaraan program Diklat struktural (Diklatpim IV dan Dilkatpim III) pada Diklat Propinsi Jawa Barat
LALANA, Djaja, Prof.Dr. Sofian Efendi, MPIA
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penyelenggaraan program Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (DIKLATPIM IV) dan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat Ill (DIKLATPIM 111) dengan lokasi penelitian di BANDIKLATDA Propinsi Jawa Barat. Efektivitas penyelenggaraan program Diklat ini diukur dari hasil lulusan baik secara kuantiiatif maupun secara kualitatii. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penyelenggaraan Diklat adalah (1) tujuan pennyelenggaraan Diklat, (2) Kurikulum Diklat, (3) Metode yang digunakan dalam Diklat, (4) Kualifikasi tenaga Pengajar, dan (5) Evaluasi. Metode penelitian yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif untuk menggambarkan subyeWobjek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau sebagaimana adanya. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara dan kuesioner dan data sekunder dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan struktural baik DlKLATPlM IV maupun DIKLATPIM Ill secara kuantitas adalah efektii, namun secara kualitas tidak efektii, Karena dari variabel yang dipergunakan, yaitu dengan membandingkan antara kemampuam alumni DlKLATPlM IV baik sebelum maupun sesudah mengikuti diklat tidak menunjukan perubahan yang berarti. Begitupun dengan alumni DlKLATPlM Ill tidak menunjukkan perubahan kemampuan yang berarti. Sedangkan untuk perubahan sikap sebelum dan sesudah mengikuti diklat, alumni DlKLATPlM IV maupun alumni DlKLATPlM Ill sama juga tidak menunjukkan perubahan yang berarti terlihat dari penyelsaian pekerjaan yang tidak tepat waktu dan disiplin yang kurang baik sebelum maupun sesudah mengikuti diklat. Hal ini disebabkab karena faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas diklat seperti (1) tujuan dari penyelenggaraan diklat yang kurang jelas, (2) kurikulum diklat yang kurang sesuai sesuai, (3) metode yang dipergunakan tidak sesuai, (4) tenaga kerja yang kurang kualitasnya, dan (5) hasil evaluasi yang tidak ditindaklanjuti. Selain itu juga keikutsertaan dalam mengikuti program DlKLATPlM IV dan DlKLATPlM Ill merupakan formalitas yang harus ditempuh oleh PNS untuk menduduki jabatan eselon IV dan Ill yang harus dipenuhi. Tujuan diklat yang kurang jelas, kurikulum yang tidak sesuai, metode diklat yang tidak sesuai, disebabkan karena dalam perencanaan penyelenggaraan diklat tidak berawal dari analisis kebutuhan diklat (Training Needs Asssessment). Karena lemahnya analisis kebutuhan diklat sehingga menyebabkan tujuan, kurikulum, dan metode, kurang mendapat perhatian yang akhirnya berpengaruh besar terhadap efektivitas penyelenggaraan program diklat. Begitupun dengan tenaga pengajar (Widyaiswara) yang kurang kualitasnya karena sistem rekruitmen yang kurang baik dan terkesan asal karena pada umumnya para Widyaiswara adalah PNS yang sebentar lagi mau pensiun dan bahkan mereka adalah PNS yang melepaskan diri dari jabatan struktural karena ada masalah. Demikian juga dengan evaluasi penyelenggaraan diklat yang tidak pernah ditindaklanjuti, bahkan evaluasi dampak diklat pun tidak pernah dilakukan. Dengan demikian saran-saran yang direkomendasikan adalah Penilaianlperkiraan kebutuhan pendidikan dan pelatihgan (Training Needs Assesmenf) adalah mutlak untuk dilaksanakansebelum pendidikan dan pelatihan
The purpose of this research is to know the implementation effectiveness of Leadership Education and Training Program Level Ill (DIKLATPIM Ill) and IV (DIKLATPIM IV) with the research location at BANDIKLATDA (Regional Education and Training Agent) of West Java Province. The implementation effectiveness of Leadership Education and Training (Diklat) Program was measured based on the graduate output both in quantitative and qualitative. While factors influencing the implementation effectiveness of DIKLAT are (1) the objective of Diklat; (2) Curriculum of Diklat; (3) the used Method in Diklat; (4) Qualification of the Instructors; and (5) Evaluation. Descriptive-qualitative methods were used to describe the subjedobject of this research based on invisible or real facts. Primary data collection technique was by interview and questionnaire, while the secondary data was by interview, observation and documentation. The mutt of the research showed that the implementation effectiveness of the structural education and training both DlKUTPlM IV and DlKIATPlM Ill were quantitatively effective. However, they were not effective in quality, because, based on the used variable, that is by compaiing the competence of DIKLATPIM IV alumnus, before and after following the Diklat, did not show significant differences. Likewise the alumnus of DIKLATPIM Ill did not show significant differences either. While, for the attitude changes, before and after following Diklat, both alumni did not show significant differences. It was indicated by less discipline and work completion that was not finished on time. It was due to factors influencing the Diklat effectiveness, they are (1) the ambiguous objective of Diklat; (2) inappropriate curriculum of Diklat; (3) inappropriate used method in Diklat; (4) unqualified instructors; and (5) the evaluation yields is not followed up with. In addition, the participation in following the program of DIKLATPIM IV and Ill was just formality followed by PNS (civil servant) to fulfill the requirements to get promotion in echelon IV and 111. The ambiguous objective, inappropriate curriculum and methods of Diklat were caused by Diklat planning that was not meeting the Training Needs Assessment. The weak assessment of the training needs made the objective, curriculum and method of Diklat get no emphasize that in turn have great effect on the effectiveness of the Diklat implementation. Likewise, the unqualified instructors (Widyaiswara) as the result of bad recruitment system because, generally, the Widyaiswara are PNS that will pension later in the some days, moreover, they were PNS who would released their position for any case. The Diklat evaluation was not followed up with, even the evaluation has never been done at all. Therefore, the writer recommended that the Training Needs Assessment should be carried out before implementing the education and training program. Because it will know the specific purposes and objectives of Diklat, how to use curriculums and methods, and how the instructors will teach in order to implement effective Diklat. Widyaiswara should be recruited well, because it will greatly affect the implementation. In employing instructors from college or university, it must select high quality persons (mastering in subject they will teach) and those who understand and know the orientation of Apparatus Diklat program well, because it is different to teach in apparatus program with in university/ educational institution. The evaluation results should be followed up in order to know the weaknedirnitation in Diklat implementation. The result of the evaluation should be measuring rod to implement the next DIKLAT. Likewise, the effect evaluation should be done to know how the Diklat program was running
Kata Kunci : Diklat Pimpinan III