Simulasi Implementasi Manual IPv6 Tunnel untuk Transisi IPv4 ke IPv6 pada Model Jaringan Hierarchical Tiga Layer
FAUZAN ARDHIKA PUTRA, Warsun Najib, S.T., M.Sc.; Sri Suning Kusumawardani, S.T., M.T.
2015 | Skripsi | S1 TEKNOLOGI INFORMASIPenelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya ketersediaan IPv4 yang hanya memiliki panjang alamat sebesar 32-bit. Berbeda dengan IPv4, IPv6 memiliki panjang alamat sebesar 128-bit. Oleh karena itu dibutuhkan mekanisme transisi ke IPv6 agar jaringan dengan alamat IPv6 bisa saling terkoneksi melalui jaringan IPv4 yang sudah ada sebelumnya. Salah satu mekanisme transisi yang dikenal adalah tunneling. Tunneling dilakukan dengan menghidupkan interface pada router yang disebut dengan tunnel. Pada penelitian ini digunakan salah satu metode tunneling yaitu manual IPv6 tunnel. Manual IPv6 tunnel bekerja pada router dengan mengenkapsulasi paket data IPv6 sebagai paket data IPv4 sehingga paket data yang berupa IPv6 dapat berjalan melalui jaringan IPv4 yang sudah ada. Penelitian dilakukan dengan merancang topologi dengan menggunakan model jaringan hierarchical tiga layer. Topologi dirancang menggunakan perangkat lunak Packet Tracer 6.1.1. Topologi dibagi menjadi 5 wilayah distribusi, dengan masing-masing terhubung dengan interface manual IPv6 tunnel yang ada pada tiap-tiap router distribusi. Pengujian yang dilakukan pada topologi jaringan meliputi pengujian konektivitas, pengujian pengiriman paket data, dan pengujian penambahan device baru. Hasil pengujian konektivitas dan pengiriman paket data berjalan dengan baik, dengan adanya perbedaan kecepatan antara IPv4 dan IPv6. Pada IPv6 yang berjalan melalui manual IPv6 tunnel, terjadi penurunan rata-rata waktu koneksi pada perintah ping sebesar 27,72% dibandingkan dengan IPv4 dan rata-rata perbedaan waktu pada layanan FTP sebesar 11,34 s untuk upload dan 4,17 s untuk download. Perbedaan kecepatan ini disebabkan adanya penambahan IP header pada paket IPv6 yang berjalan melalui manual IPv6 tunnel. Uji penambahan device baru juga berjalan dengan baik, dilihat dari baiknya konektivitas dan pengiriman berbagai jenis protokol paket data yang berhasil dilakukan.
This research is motivated by the lack of availability of IPv4 addresses which only has a length of 32-bits. In contrast to IPv4, IPv6 has a length of 128-bit addresses. Therefore, it needs IPv6 transition mechanisms in order to network with IPv6 addresses can be interconnected over an IPv4 network that already exists. One of the transition mechanism is tunneling. Tunneling is done by turning on the interface on the router which is called the tunnel. This study used one of the tunneling method, which is manual IPv6 tunnel. Manual IPv6 tunnel worked on the router by encapsulating IPv6 data packets as IPv4 data packets so that the data in the form of IPv6 packets can be run through the existing IPv4 network. Research was conducted by designing topology using three-layer hierarchical network model. The topology was designed by Packet Tracer software 6.1.1. It is divided into 5 areas of distribution, with each connected to the manual IPv6 tunnel interfaces that exist on each router distribution. Furthermore, the tests performed on the network topology included the connectivity testing, testing of data packet delivery, and testing the addition of new devices. The results of testing the connectivity and transmission of data packets going well, with the difference in speed between IPv4 and IPv6. In running through manual IPv6 IPv6 tunnel, the average decline in the connection time the ping command of 27,72% compared with IPv4, and the average time difference was 11,34 s for FTP service to upload and 4,17 s to downloads. The speed difference is due to the addition of the IP header in IPv6 packets were run through the manual IPv6 tunnel. The test of additional devices also went well, as can be seen from the good connectivity and the delivery of various types of protocol data packets that successfully performed.
Kata Kunci : IPv4, IPv6, Manual IPv6 tunnel, Model jaringan hierarchical