Laporkan Masalah

PROSES PERENCANAAN PARTISIPATORI PROGRAM REKOMPAK STUDI KASUS DESA DUKUN DAN DESA KRINJING KECAMATAN DUKUN KABUPATEN MAGELANG

MARIHOT SINURAT, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MUP., Ph.D

2015 | Tesis | S2 Perencanaan Kota dan Daerah

Program Rekompak merupakan salah satu program yang hadir dalam upaya mengembalikan kemandirian masyarakat pasca bencana melalui pembangunan permukiman (rumah dan lingkungan). Program Rekompak berbasis pada komunitas dimana dalam pelaksanaannya menggunakan pendekatan bottom-up planning dengan tujuan mengedepankan pendekatan pemberdayaan masyarakat dan mendorong peran masyarakat untuk menjadi pelaku utama dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi. Adapun proses perencanaan yang diterapkan oleh Program Rekompak ini adalah proses perencanaan partisipatori dimana masyarakat terlibat secara penuh dalam proses perencanaan maupun implementasinya. Tujuan penelitian ini adalah (a) mendeskripsikan proses perencanaan partisipatori Program Rekompak di Desa Dukun dan Desa Krinjing Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, dan (b) menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi proses perencanaan partisipatori tersebut. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif (multi kasus). Kasus I yaitu Desa Dukun dan Kasus II yaitu Desa Krinjing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perencanaan partisipatori yang dilaksanakan pada daerah yang terkena bencana baik pada Kasus I dan Kasus II terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan dan tahap pasca implementasi walaupun dalam tahapannya terdapat perbedaan. Proses perencanaan partisipatori tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu tingkat kebutuhan, tingkat ancaman bencana, budaya gotong royong, keterlibatan kaum perempuan, partisipasi masyarakat dan tokoh masyarakat dimana yang menjadi faktor utamanya adalah tingkat kebutuhan, tingkat ancaman bencana dan budaya gotong royong. Ketika kebutuhan pembangunan merupakan prioritas seluruh masyarakat desa maka partisipasi masyarakat dalam proses perencanaan akan sangat tinggi. Begitu juga dengan tingkat ancaman bencana, semakin tinggi tingkat ancaman bencana maka kepedulian masyarakat akan pembangunan juga sangat tinggi sehingga masyarakat akan terlibat dalam proses perencanaan untuk merencanakan yang terbaik bagi desanya. Proses Perencanaan partisipatori bisa terlaksana sampai pada tahap pasca implementasi bila daerah tersebut memiliki social capital yang kuat dan diterapkan pada daerah yang terkena bencana.

Rekompak Program is one program that is present in an effort to restore the independence of the post-disaster community through settlement building (house and environment). Rekompak Program based on a community which in practice using a bottom-up planning approach which aims to promote community empowerment and encourage the role of the community to be main actors in the process of rehabilitation and reconstruction. The planning process that is implemented in Rekompak Program is a participatory planning process in which society fully involved in the planning and implementation process. The purpose of this study was (a) describe the participatory planning process Rekompak Program at the Dukun Village and Krinjing Village Dukun District Magelang Regency, and (b) the factors that affect the participatory planning process. This study uses a case study methode with a qualitative approach (multicase). Case I is the Dukun Village and Case II is the Krinjing Village. The results showed that the participatory planning process conducted in the affected areas both in Case I and Case II consists of three stages: the planning stage, the implementation stage and the post-implementation stage although there are differences in the stages. Participatory planning process are influenced by several factors: the level of need, hazard level, culture of communal work, the involvement of women, community participation and community leaders in which the main factor are the level of need, hazard level and culture of communal work. When development needs is the priority of the whole community, the community participation in the planning process will be very high. As well as the hazard level, the higher the hazard level the higher the concern for society to development so that the community will be involved in the planning process to plan the best for their village. Participatory planning process can be done until the post-implementation stage when the area has a strong social capital and applied to the affected area.

Kata Kunci : Proses Perencanaan Partisipatori, Rekompak, Dukun, Krinjing


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.