ANTARA INTUISI, KOMPETENSI DAN RASIONALITAS: PROSES DAN STRATEGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA MENTERI PEREMPUAN REPUBLIK INDONESIA
INAS ZAHRA, Bagus Riyono
2015 | Skripsi | S1 PSIKOLOGIPada Kabinet Pemerintahan Indonesia yang baru, jumlah Menteri perempuan bertambah 100% dari jumlah sebelumnya; hal ini merupakan jumlah Menteri perempuan paling banyak sepanjang sejarah pemerintahan Indonesia. Pengambilan keputusan merupakan persyaratan keterampilan bagi seorang pemimpin yang dapat menjadi tolak ukur efektivitas kepemimpinan, keputusan tersebut dikatakan baik, apabila memiliki syarat rasional, logic, realistis, dan pragmatis. Sementara itu, keputusan yang realitis dan pragmatis merupakan ciri kaum feminis. Melalui wawancara mendalam dan observasi, peneliti mencari tahu bagaimana proses dan strategi pengambilan keputusan yang dimiliki oleh tiga responden yang berprofesi sebagai Menteri perempuan dan Mantan Menteri perempuan. Penelitian ini menghasilkan sebuah model teoritis proses dan strategi pengambilan keputusan pada Menteri Perempuan Republik Indonesia. Hasil penelitian yang didapatkan melalui pendekatan grounded theory mengungkapkan bahwa dua konteks lingkungan berupa kondisi nasional dan global serta tiga konteks individu berupa kompetensi, integritas dan sisi kewanitaan mempengaruhi pertimbangan pengambilan keputusan seorang Menteri perempuan. Pertimbangan tersebut adalah: Kondisi rakyat, kondisi organisasi, tuntutan perubahan dunia, dan rasa kemanusiaan dan tenggang rasa. Dari empat pertimbangan tersebut, lahirlah lima strategi pengambilan keputusan yang biasa dilakukan oleh Menteri perempuan: berdiskusi dengan pihak internal dan external, berdiskusi dengan pakar, mengandalkan data dan referensi, berkomunikasi dengan Tuhan, serta mengandalkan rasionalitas dan kemampuan pribadi. Penelitian ini menggunakan triangulasi data untuk mengecek keabsahan informasi-informasi yang didapatkan.
The number of women ministers in the Indonesian 2014-2019 cabinet increase 100% from the previous, from four to eight. This is the highest number of women ministers in the history of Indonesia. One of a requirement skill for a leader who can be measured by the effectiveness of leadership is decision making. The decision is considered to be good if it is rational, logical, realistic, and pragmatic. Realistic and pragmatic decision are the characteristics of feminists. Through in-depth interviews and observations, researcher figure out how the decision-making process and strategy owned by the three respondents who work as women ministers and former woman minister. This study creates a theory and a theoretical model of decision-making processes and strategies on women ministers of the Republic of Indonesia. The results that obtained through a grounded theory approach revealed that two environmental contexts in the form of national and global conditions as well as three individual settings such as competence, integrity and feminine side affect decision-making considerations on women minister. Those consideration of the decision making are the condition of the people, the condition of the organization, the demands of a changing world, and a sense of humanity and tolerance. Five strategic decision-making that usually done by women ministers are discussion with internal and external parties, discussions with experts, rely on the data and references, communicate with God, also rely on rationality and personal abilities. This study uses triangulation of data to check the validity of the information.
Kata Kunci : Kepemimpinan, Kepemimpinan perempuan, pengambilan keputusan