Laporkan Masalah

ANALISIS PENGARUH IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN TERHADAP KEANDALAN BANGUNAN GEDUNG (Studi Kasus: Bangunan Gedung di Kabupaten Sumba Barat Propinsi Nusa Tenggara Timur)

DERWANTO MARKUS UMBU, Ashar Saputra, ST., M.T., Ph.D.

2015 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Banyaknya bangunan gedung yang tidak memiliki IMB akan membentuk lingkungan yang mengganggu tata ruang kota. Kondisi tersebut mengganggu keselamatan, kesehatan dan kenyamanan (seluruh aspek teknis keandalan bangunan gedung) bagi pemilik bangunan maupun masyarakat sekitarnya. Kepatuhan masyarakat dengan mengajukan permohonan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diharapkan mampu mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut. Hal ini memberikan ketertarikan untuk mengkaji hubungan antara kepemilikan IMB gedung dengan keandalan bangunan gedung. Langkah pertama adalah mengelompokan bangunan gedung yang mempunyai IMB dan tidak mempunyai IMB. Masing-masing kelompok bangunan gedung dihitung nilai keandalannya. Penilaian keandalan bangunan gedung dihitung menggunakan bobot yang diperoleh melalui konsep matriks berpasangan dengan metode AHP (Analytical Hierarkhi Process). Terhadap hasil penilaian keandalan dilakukan pengujian statistik berupa teknik korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara keandalan bangunan gedung yang memiliki IMB dan tidak memiliki IMB. Hasil penelitian menunjukan bahwa bangunan gedung tempat tinggal yang memiliki IMB termasuk dalam kategori andal sedangkan bangunan gedung tempat tinggal yang tidak memiliki IMB termasuk dalam kategori kurang andal. Secara statistik hubungan antara keandalan bangunan gedung yang memiliki IMB dan bangunan gedung yang tidak memiliki IMB mempunyai hubungan yang berbanding terbalik, hal ini terjadi karena meskipun bangunan telah memiliki IMB namun pada saat melaksanakan pembangunan, kriteria-kriteria keandalan bangunan yang telah ditetapkan tidak dilaksanakan secara konsisten serta tidak adanya pemberian sanksi terhadap kondisi tersebut. Hubungan kepemilikan IMB terhadap keandalan bangunan gedung tersebut tidak signifikan dan sangat lemah.

Numbers of building construction which not has a building permit will form a spatial environment that interfere with the city. These conditions disrupt the safety, health and comfort (The technical aspects reliability of the building) for the owner of building and the society. The Compliance of the society to apply for building permit (IMB) is expected to tide-over these problems. This gives interest to investigate the relationship between the ownership of the building permit and the reliability of the building. The first step is to group the building which has a building permit and not has. Each group of buildings is calculated reliability value. The Assessment of the reliability of buildings is calculated using the weights obtained through the concept of matrix pairs and AHP (Analytical Process hierarchies) method. To the results of reliability assessment conducted statistical tests such as Pearson correlation technique to know the relationship between the reliability of buildings that have a permit and not have not building permit. The results of research showed that building residence permit which has included in the category reliably while building which does not have a residence permit included in the category of less reliably. Statistically, the relationship between the reliability of buildings that has a building permit and a building that does not has permit have inversely proportional relation, this happens because though the building has had a permit but at the time of carrying out the construction, building reliability criteria that have been set are not implemented consistently and the absence of sanctions against the condition. Ownership relationship to the reliability of the building permit is not significant and very weak.

Kata Kunci : Keandalan Bangunan , AHP, IMB


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.