Laporkan Masalah

RELASI SOSIAL DI SENTRA INDUSTRI GENTENG PRESS (Studi Hubungan Kerja Pengusaha dan Buruh Industri Genteng Press Wiroko)

MAYA A. KOMALASARI, Prof. Dr. Tadjuddin Noer Effendi

2015 | Tesis | S2 Sosiologi

Hubungan kerja antara pengusaha dan buruh merupakan hubungan yang kompleks. Kondisi tersebut berlangsung di industri pedesaan seperti di sentra industri genteng press Wiroko. Hubungan kerja di sentra industri tersebut memungkinkan berbagai pola relasi sosial dapat tumbuh dan berkembang antara pengusaha dan buruh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola relasi sosial yang berkembang disana serta dampaknya terhadap pengusaha dan buruh. Penelitian ini merupakan penelitian etnografi yang mengambil lokasi di sentra industri genteng press, Desa Wiroko, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Data primer dan sekunder merupakan jenis data yang digunakan oleh peneliti. Objek penelitian ini adalah relasi sosial dalam hubungan kerja pengusaha dan buruh, sehingga subjeknya adalah pengusaha dan buruh yang dipilih dengan teknik purposive. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi pengamatan terlibat, wawancara mendalam dan dokumentasi. Teknik pengolahan data berpedoman pada alur penelitian maju bertahap atau The Development Research Sequence (DRS) dari Spradley. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa macam sistem kerja yang digunakan sebagai mekanisme pengatur hubungan kerja antara pengusaha dan buruh yang meliputi: sistem kerja harian, borongan, lepas dan keluarga (tidak dibayar). Diketahui pula, sistem kerja tersebut menjadi sarana berkembangnya berbagai pola relasi sosial yang dijalin oleh pengusaha dan buruh. Penelitian ini menemukan keberadaan berbagai pola relasi sosial dalam hubungan kerja pengusaha dan buruh yang meliputi relasi sosial eksploitasi, relasi sosial patron klien serta pola relasi sosial berdasarkan kekeluargaan dan kekerabatan. Relasi sosial eksploitasi terwujud dengan keberadaan sistem borongan, dimana terjadi proses pemindahan beban dari pengusaha terhadap buruh, jam kerja yang berlebih, dan risiko kecelakaan kerja demi pemenuhan target atau beban kerjanya. Relasi sosial patron klien terwujud dalam sistem kerja harian yang diterapkan disana, khususnya hanya pada buruh yang terlibat atau menerima pinjaman uang atau hutang dari pengusaha atau majikannya saja. Sedangkan, relasi sosial yang berdasarkan kekeluargaan dan kekerabatan tampak dengan adanya keterlibatan anggota keluarganya sebagai buruh yang tidak dibayar yang bekerja atau bertugas layaknya buruh lain pada umumnya. Dampak dari hubungan tersebut ada dua yaitu positif atau menguntungkan serta negatif atau merugikan bagi pengusaha dan buruh dari adanya berbagai relasi sosial tersebut. Bagi pengusaha, dampak positif dari relasi sosial eksploitasi, patron klien serta berdasarkan kekeluargaan dan kekerabatan yang dijalin dapat mendukung kelangsungan usaha. Sedangkan dampak negatif bagi pengusaha adalah tidak selalu memperoleh atau mendapatkan keuntungan usaha sebab mempekerjakan buruh, khususnya buruh dengan kondisi tertentu karena usia yang tergolong tua dan adanya kepentingan seperti hajatan dan kerja bakti. Selain itu, dampak negatif khusus bagi pengusaha yang sekaligus menjadi buruh keluarga (yang tidak dibayar) tersebut mengalami self exploitation atau eksploitasi terhadap diri sendiri. Dampak positif dari sisi buruh dengan adanya berbagai pola relasi sosial seperti eksploitasi, patron klien maupun kekeluargaan dan kekerabatan adalah memperoleh jaminan pekerjaan. Sementara itu, dampak negatif yang ditanggung buruh adalah menjadi pihak yang tereksploitasi. Khusus dalam relasi sosial berdasarkan kekeluargaan dan kekerabatan maka buruh keluarga (yang tidak dibayar) mengalami eksploitasi tersembunyi atau hidden exploitation.

The working relationship between businessman and labour is a complex relationship. These conditions take place in rural industries like industrial district Wiroko press tile. Labour relations in the industrial district allows a variety of patterns of social relationships can grow and flourish between businessman and labour. This study aims to determine the pattern of social relations that developed there and its impact for businessman and the labour. This study is an ethnographic study that took place in the center of the tile industry press, Wiroko Village, District Tirtomoyo, Wonogiri, Central Java Province. Primary and secondary data is the type of data used by researchers. The object of this study is the social relations in the labour relations of businessman and labour, so that businessman and labour subject is selected by using purposive. Data collection techniques used include participant observation, in-depth interviews and documentation. Data processing techniques based on the groove gradually advanced research or The Development Research Sequence (DRS) by Spradley. This study found that there is some kind of a working system that is used as a mechanism for regulating labour relations between businessman and labour include : daily work system, borongan or contract, freelance and family (not paid). Note also, the work system becomes a means of developing a variety of patterns of social relations is woven by businessman and labour. This study revealed the existence of various patterns of social relations in the working relations of bussinesman and labour include social relations of exploitation, social relations patron clients and patterns of social relations based on familial and kinship. Social relations of exploitation manifested by the existence of a borongan or contract system, where there is a process of moving the burden from businessman to labour, excessive working hours, and the risk of workplace accidents for the fulfillment of targets or workload. Social relations embodied in the patron client system that is applied daily work there, especially just the labour involved or receiving money or debt loans from businessman. Meanwhile, social relations based on familial and kinship appears with the involvement of businessman and his family members as unpaid labourers who work or duty like other workers in general. The impact of these relationships there are two positive or negative or beneficial as well as detrimental to businessman and labour of their various social relations. For businessman, positive impact of social relations of exploitation, as well as the patron-client basis of kinship is woven to support business continuity. While the negative impact to businessman is not always gain or benefit businesses because hiring labour, specifically with certain conditions because of the relatively old age and their interests as a celebration and community service. In addition, the negative impact especially for entrepreneurs as well as a family labour (unpaid) are experiencing self exploitation.The positive impact of the labor in the presence of various patterns of social relations such as exploitation, patron client, familial and kinship is a guaranteed job. Meanwhile, the negative impact of labour is to be borne by those who exploited. Specialized in social relations based familial and kinship, the family labour (unpaid) are experiencing hidden exploitation.

Kata Kunci : hubungan kerja, sistem kerja, relasi sosial


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.