Correlation Between Clinical Outcome Measured by NIHS Scale at Hospital Admission and The Functional Outcome Measured by Barthel Index in Stroke Patients in RSUP DR. Sardjito Yogyakarta
CAHYO EDI BASKORO, Dr. Abdul Ghofir, Sp.S (K); dr. Imam Rusdi, Sp.S (K)
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Stroke adalah penyebab utama keempat kematian orang dewasa dan cacat, sehingga menghabiskan lebih dari tujuh puluh dua milyar dollar Amerika dalam biaya tahunan. Stroke adalah penyebab terkemuka di dunia kematian, sehingga menyebabkan sekitar 6.000.000 kematian setiap tahunnya. Diperkirakan bahwa risiko terpapar stroke seumur hidup adalah antara 8% dan 10%. Insiden stroke diperkirakan 200 per 100.000 penduduk, dalam setahun. Bila dilihat dari segi usia, saat ini, stroke tidak hanya menyerang orang tua tetapi juga menyerang orang muda dalam usia produktif. Stroke merupakan penyebab utama kematian di antara orang Indonesia di atas lima tahun, yang terdiri dari 15,4% dari seluruh kematian. Prevalensi Stroke adalah 0,0017% di pedesaan Indonesia, 0.022% di perkotaan Indonesia, 0,5% di antara orang dewasa Jakarta perkotaan, dan 0,8% secara keseluruhan. Tujuan: Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui apakah ada hunungan antara hasil fungsional yang diukur dengan Skala NIHS ketika pasien dirawat di Rumah Sakit dengan kemampuan dalam beraktivitas hidup sehari-hari yang diukur dengan menggunakan Indeks Barthel. Metode: Data pasien stroke iskemik dikumpulkan dengan cara menganalisis catatan medis yang diperoleh dari unit stroke RSUP DR. Sardjito Yogyakarta selama dua hari pada bulan Maret tahun 2014. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil klinis yang diukur dengan Skala NIHS di rumah sakit memiliki hubungan dengan hasil fungsional yang diukur dengan indeks Barthel pada pasien stroke iskemik. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil klinis yang diukur dengan Skala NIHS di rumah sakit memiliki korelasi yang signifikan dengan hasil fungsional yang diukur dengan indeks Barthel pada pasien stroke iskemik.
Background: Stroke is the fourth leading cause of adult death and disability, resulting in over $72 billion in annual cost. Stroke is the worlds leading cause of mortality, resulting around 6,000,000 deaths annually. It is estimated that the lifetime risk for stroke is between 8% and 10%. The incidence of stroke is estimated 200 per 100,000 inhabitants, in a year. When viewed in terms of age, nowadays, stroke does not only attack elder but also attack young person in productive age. Stroke is the leading cause of death among Indonesians above five years of age, comprising 15.4% of all deaths. Stroke prevalence is 0.0017% in rural Indonesia, 0.022% in urban Indonesia, 0.5% among urban Jakarta adults, and 0.8% overall. Objectives: The general aim of this study is finding out if there is a correlation between functional outcome measured by NIHS Scale when the patient is admitted and the activity of daily living (ADL) measured using the Barthel Index. Method: The data of ischemic stroke patient is collected by analyzing the medical records obtained from stroke unit of RSUP DR. Sardjito Yogyakarta for two days on March 2014. Result: This study shows that clinical outcome measured by NIHS Scale at hospital admission has a correlation with functional outcome measured by barthel index in ischemic stroke patients. Conclusion: This study shows that clinical outcome measured by NIHS Scale at hospital admission has a significant correlation with functional outcome measured by barthel index in ischemic stroke patients.
Kata Kunci : stroke, ischemic, nihs, barthel index