Laporkan Masalah

PERANCANGAN LABORATORIUM CAMPURAN ASPHALT CONCRETE - BINDER COURSE (AC-BC) DENGAN ZEOLIT SEBAGAI PENGGANTI FILLER DAN ASPAL MODIFIKASI ELASTOMER

MARGARET PANJAITAN, Dr. Ir. Latif Budi Suparna, M.Sc.

2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Pertumbuhan masyarakat Indonesia sudah selayaknya diiringi dengan peningkatan sarana dan prasarana yang mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kenyataannya, fasilitas yang mendukung mobilisasi masyarakat makin sangat sedikit. Jalan perlu memberikan pelayanan yang terbaik,aman, dan ekonomis. Banyak daerah yang belum terfasilitasi atau kurang memadai akibat terbatasnya anggaran serta pasokan bahan baku jalan sehingga tidak memberikan konstrbusi yang maksimal bagi peningkatan taraf hidup masyarakat khususnya di daerah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alternatif pengganti filler debu batu yang selama ini jumlahnya sangat terbatas dan harganya relatif mahal, serta memberikan suatu rancangan perkerasan yang mempunyai worakbilitas yang tinggi dan tidak mudah mengalami deformasi. Penelitian ini menggunakan 5 (lima) komposisi variasi filler zeolit dan aspal modifikasi elastomer (AME) pada campuran aspal untuk mendapatkan Kadar Aspal Modifikasi Optimum (KAMO) per variasi yang nantinya akan diuji dengan Stabilitas Marshall dan pengujian kuat tarik tidak Langsung atau Indirect Tensile Strength (ITS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kadar Aspal Modifikasi Optimum (KAMO) semakin tinggi seiring dengan penambahan persentase zeolit dan diatas standar persyaratan spesifikasi. Nilai stabilitas sisa pada penelitian ini untuk variasi 1 sebesar 93,5%, variasi 2 sebesar 91,8%, variasi 3 sebesar 91,2%, variasi 4 sebesar 91,1%, dan variasi 5 sebesar 90,5%. Nilai Rasio Kuat Tarik/Tensile Strength Ratio (TSR) untuk variasi 1 sebesar 88,8%, variasi 2 sebesar 89,8%, variasi 3 sebesar 96,%, variasi 4 sebesar 95,7%, dan variasi 5 sebesar 94,5%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan zeolit pada semua variasi yang akan meningkatkan kekuatan campuran Asphalt Concrete - Binder Course (AC-BC), variasi yang paling baik digunakan dan harganya lebih murah adalah variasi 5 dengan komposisi filler 100% zeolit.

The growth of Indonesian society should be accompanied by an increase in facilities and infrastructure which support the growth of the local economy . In fact, the facilities that support community mobilization is decreasing. Roads need to provide the best service, safe, and economical. Many areas have not yet been accommodated due to limited budget and supply of raw materials that they cannot give maximum contribution in improving living standards, especially in remote areas . This study aims to find an alternative to stone dust filler which has been very limited in number and relatively expensive in price and to provide a pavement design with high workability and resistant to deformation. This study uses five variation of zeolite filler and elastomer modified bitumen (AME) composition in asphalt mix to obtain Optimum Modified Bitumen (KAMO) per variation which will be tested by Marshall Stability and Indirect Tensile Strength (ITS) . The results shows that Optimum Modified Bitumen (KAMO) is rising when zeolite percentage increased and it is above the standard requirements for the specification. Residual Marshall Stability on this research for variation 1 is 93.5% , variation 2 is 91.8% of , variation 3 is 91.2% , variation 4 is 91.1% , and variation 5 is 90.5% . Tensile Strength Ratio ( TSR ) for variation 1 is 88.8 % , variation 2 is 89.8% of , variation 3 is 96% , variation 4 is 95.7% of , and variation 5 is 94.5% . The conclusion of this study indicates that using zeolite in all variation will increase strength of Asphalt Concrete Binder Course (AC-BC) mixture, the most appropriate and affordable variation is variation 5 which consist of 100% zeolite filler composition.

Kata Kunci : Aspal Modifikasi Elastomer (AME), Marshall, Zeolit, AC-BC, ITS, TSR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.