Laporkan Masalah

Dari Cebongan Menuju Kesetaraan (Studi Kompromi Sosial Komunitas Sosial Waria Sorogenen, Sleman , Daerah Istimewa Yogyakarta)

ANDRI AKBAR, Dr. Setiadi, Msi.

2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

Studi ini membahas tentang dinamika yang terjadi di dunia kewariaan di dusun Sorogenen II, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran mereka sebagai kelompok yang minoritas memiliki hambatan-hambatan tersendiri, terutama dikala mereka harus beradaptasi terhadap masyarakat umum. Dalam perjalanannya mereka mampu bertahan dan memberi corak tersendiri dari gerakan kewariaan yang selama ini lebih identik dengan dunia prostutisi, sarang penyakit seksual dan penyakit masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode observasi partipasi. Sebagai bentuk observasi partisipasi penulis melakukan pendekatan yang intensif terhadap komunitas waria yang tampak “berbeda” dengan komunitas-komunitas waria lainnya di Yogyakarta. Untuk memperdalam analisis penulis menampilkan beberapa profile waria komunitas waria Sorogenen seperti Mami Tata, Angel, Vera, Helmi, dan Tamara. Gambaran yang menarik dari komunitas waria Sorogenen adalah mereka berhasil menjadi bentuk-bentuk alternatif dari pakem gerakan waria di Yogyakarta. Jika selama ini waria selalu lekat dengan profesi sebagai pelacur (Di dunia waria menyebutnya dengan istilah Cebongan) maka komunitas waria Sorogenen ini mengharamkan profesi ini sebagai mata pencaharian. Mereka bekerja di bidang-bidang yang bisa diterima oleh masyarakat umum seperti peternak, salon, pedagang dan pengamen. Prinsip yang mereka kembangkan adalah dalam posisi mereka sebagai waria bisa memberi manfaat bagi masyarakat umum. Jika manusia normal berbuat sesuatu yang bermanfaat, itu merupakan hal yang biasa. Namun jika waria pun bisa memberi manfaat kepada masyarakat dengan segala kekurangannya akan sanagat terlihat luar biasa. Sasaran akhir bagi komunitas waria Sorogenen ini adalah keberadaan kaum waria dapat diterima seutuhnya oleh masyarakat umum. Dengan itu mereka dapat mewujudkan cita-cita mereka untuk menuju keseteraan.

Studi ini membahas tentang dinamika yang terjadi di dunia kewariaan di dusun Sorogenen II, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kehadiran mereka sebagai kelompok yang minoritas memiliki hambatan-hambatan tersendiri, terutama dikala mereka harus beradaptasi terhadap masyarakat umum. Dalam perjalanannya mereka mampu bertahan dan memberi corak tersendiri dari gerakan kewariaan yang selama ini lebih identik dengan dunia prostutisi, sarang penyakit seksual dan penyakit masyarakat. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode observasi partipasi. Sebagai bentuk observasi partisipasi penulis melakukan pendekatan yang intensif terhadap komunitas waria yang tampak “berbeda” dengan komunitas-komunitas waria lainnya di Yogyakarta. Untuk memperdalam analisis penulis menampilkan beberapa profile waria komunitas waria Sorogenen seperti Mami Tata, Angel, Vera, Helmi, dan Tamara. Gambaran yang menarik dari komunitas waria Sorogenen adalah mereka berhasil menjadi bentuk-bentuk alternatif dari pakem gerakan waria di Yogyakarta. Jika selama ini waria selalu lekat dengan profesi sebagai pelacur (Di dunia waria menyebutnya dengan istilah Cebongan) maka komunitas waria Sorogenen ini mengharamkan profesi ini sebagai mata pencaharian. Mereka bekerja di bidang-bidang yang bisa diterima oleh masyarakat umum seperti peternak, salon, pedagang dan pengamen. Prinsip yang mereka kembangkan adalah dalam posisi mereka sebagai waria bisa memberi manfaat bagi masyarakat umum. Jika manusia normal berbuat sesuatu yang bermanfaat, itu merupakan hal yang biasa. Namun jika waria pun bisa memberi manfaat kepada masyarakat dengan segala kekurangannya akan sanagat terlihat luar biasa. Sasaran akhir bagi komunitas waria Sorogenen ini adalah keberadaan kaum waria dapat diterima seutuhnya oleh masyarakat umum. Dengan itu mereka dapat mewujudkan cita-cita mereka untuk menuju keseteraan.

Kata Kunci : Kata Kunci : Waria, Cebongan, Interaksi, Transgresi, Kesetaraan.

  1. S1-2015-254000-abstract.pdf  
  2. S1-2015-254000-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-254000-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-254000-title.pdf