Laporkan Masalah

Strategi pengembangan informasi kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang

SANJOTO, Heru, Prof.Dr. Moeljarto Tjokrowinoto

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Dalarn menghadapi tuntutan perubahan lingkungan arus teknologi informasi yang sangat cepat membutuhkan respon positif dari pihak penyelenggara pengelola bidang pariwisata. Sistem Informasi Kepariwisataan merupakan unjung tombak dalam mendukung pemasaran dan promosi pariwisata. Untuk mengurai kompleksitas permasalahan yang dihadapi oleh organisasi dalam pengembangan Sistem Informasi Kepariwisataan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sesmarang, penulis menggunakan model manajemen strategis yang dikembangkan oleh M. Bryson yaitu dengan melihat kondisi lingkungan eksternal dan lingkungan internal organisasi . Selanjutnya dengan menggunakan analisis SWOT yang meliputi analisis faktor eksternal merupakan ancaman dan peluang serta faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan telah teridentifikasi beberapa isu strategis pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang adalah memanfaatkan komitmen Pimpinan Puncak, memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada, meningkatkan informasi pengembangan pariwisata, meningkatkan hubungan kerjasama, meningkatkan kualitas pegawai yang profesional, menjalin kerjasama antar seksi, meningkatkan kualitas produk informasi pariwisata, memanfaatkan data statistik panvisata yang ada, meningkatkan informasi pelayanan pariwisata, memanfaatkan pegawai yang potensial, memperbanyak produk informasi pariwisata, meningkatkan informasi pariwisata untuk pemasaran dan mengoptimalkan keterpaduan koordinasi antar Sub Dinas. Berdasarkan isu-isu strategis tersebut selanjutnya dilakukan uji litmus untuk mencari isu-isu yang paling strategis dimana masing-masing isu saling terkait satu sama lain. Dalam penelitian ini telah berhasil merumuskan isu-isu sangat strategis berdasarkan umtan prioritas yaitu : 1) meningkatkan kualitas pegawai yang profesional; 2) meningkatkan informasi pengembangan pariwisata; 3) meningkatkan informasi pariwisata untuk pemasaran; 4) meningkatkan informasi pelayanan pariwisata; 5) meningkatkan kualitas produk informasi pariwisata. Dari ke lima isu strategis tersebut, maka rumusan langkah-langkah utama kebijakan strategis yang dapat dilakukan antara lain dengan mengikutsertakan pegawai untuk mengikuti Pendidikan dan Pelatihan Manajemen, teknis Fungsional, Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pariwisata, Kemampuan Berbahsa Asing serta pengetahuan Teknologi Informasi dan Komunikasi, membuat Sistem Informasi Pengembangan Pariwisata (SIPP) dan Sistem Informasi Pemasaraflelayanan Pariwisata melalui jaringan Internet dan Sistem Data base untuk pertukaran informasi,

In dealing with the demand of enviroiuneiital changes, the rapid flow of informational technology needs positive responses from the tourism administrator. The tourism informational system is the forcground in supporting the tourism marketing and promotion. To stipulate the complexity of the problems faced by the organization in the development of Tourism lnformational System of Tourism and Culture Department of Semarang City, the author uses the strategic management model developed by M. Bryson, that is by considering the condition of external and internal environments of the organization. Then by using SWOT analysis comprising the threats and opportunities as the external factors and also the strenglhs and weaknesses as the internal factors, some strategic issues in the Tourism and Culture Department of Semarang City are identified by making use of the Top Leader colmnitment, taking benefits fiom the means and infi-astructures available, improving collaborative relationship, increasing the quality of professional employees, cultivating intersectional relationsllip, increasing the quality of tourism informational products, making use of the tourism statistics, improving tourism service, utilizing the potential of the employees, multiplying the products of tourism service, increasing the tourism information for marketing and finally by optimizing the inter sub-departmental coordinatioii integrity. Based on the strategic issues, the litmus test is brought about in order to find the most strategic issues where they relates to each other. This study has successfully established a formulation on the strategic issues according to the following priority order: 1) to improve the quality of the professional employees; 2) to increase the information of tourism development; 3) to improve the tourism information for the marketing; 4) to increase the information of tourism service; 5) to improve the quality of tourism informational product. Of the five strategic issues, the feasible formulation of the main steps in the strategic policy are such as to invite the employees to take part in the Management Training and Education, functional techniques, Tourism Training and Education, Foreign Language Competence and the knowledge of lnformational and Communication Technology, and also to develop the Informational System of Tourism Development (SIPP) and hfonnatiorial System of Tourism Marketing/Service through Internet and Database System for information exchange.

Kata Kunci : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan,Strategi Pengembangan Informasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.