A'N-NAQLUL MAKĀNY PADAFI’LMU’TALL DALAMBAHASA ARAB ( Kajian Morfosemantik)
ABU SUFYAN, DRS. M.HUM, Prof. Dr. Syamsul Hadi, SU., MA.
2015 | Disertasi | S3 Sastra/Kajian Timur TengahGejala metatesis dalam bahasa Arab cukup berperan. Secara fonologis cukup banyak dijumpai, baik pada kosa kata utuh (Åaḥīḥ) maupun kosa kata tan utuh (mu’tall), baik dalam bahasa lisan maupun bahasa tulis. Disertasi ini mendeskripsikan a`n-naqlul makÄny (sejnis “metatesisâ€)pada fi’l mu’tall (verba tan utuh) dalam bahasa Arab secara morfologis dan semantis. Data diambil dari Mu’jam Tahá¸Ä«bu`l Lugati; selanjutnya data dikonfirmasikan kepada beberapa penutur asli bahasa arab yang berkebangsaan Mesir sebagai informan.Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap sumber data yang telah ditetapkan, teknik dasar simak, dan teknik lanjutan simak catat. Analisis data dilakukan dengan pendekatan (metode) distribusional dengan teknik top down.Untuk menganalisis makna digunakan pendekatan analitik atau referensial. Hasil kajian menunjukkan bahwa a`n-naqlul makÄny dalam bahasa Arab terjadi tidak saja pertukaran posisi fonem yang dipengaruhi oleh lemah-kuatnya artikulasi bunyi dalam kata, tetapi juga membentuk kata/leksem baru yang bermakna. Secara morfologis proses pertukaran posisi fonem tersebut dapat membentuk kata/leksem baru yang dapat berdiri sendiri. Dengan proses ini, kosa kata trisilabik dapat dibentuk menjadi satu sampai lima kata/leksem baru. Fonem ‘illah dapat menempati posisi awal, tengah, atau akhir. Ketika posisi fonem ‘illah bertukar dapat saling berganti di antara fonem ‘illah itu sendiri. Dalam posisi awal akan kembali kepada fonem 'illah aslinya, kecuali fonem alif.Kata/leksem baru yang paling produktif adalah berpolakanK3 K2 K1 ( Ù¾ ٫ٱ ). Secara sematik, kata-kata/leksem-leksem yang dibentuknya dapat memiliki makna tersendiri bahkan memiliki makna baru yang berhubungan dengan makna kata/leksem asalnya (pembentuknya) atau kata turunan lainnya.. Ditinjau dari segi makna, a`n-naqlul makÄny menghasilkan makna sinonimi, hiponimi, antonimi, dan gabungan di antara ketiga makna tersebut. Dalam kosa kata yang menurunkan tiga, empat, atau lima kosa kata baru, pada umumnya menunjukkan makna gabungan sinonimi-hiponimi. Metatesis berperan dalam pengayaan kosa kata dan pengembangan makna, sehingga makna meluas atau menyempit.
A`n-naqlul makÄny (Metathesis) plays a considerable role in Arabic. Phonologically, it frequently occurs in both strong word (shahih) and weak word (mu‟tall) in spoken and written language. This dissertation describes the metathesis of Arabic weak verbs (fi‟lmu‟tall) morphologically and semantically. Data were taken from Mu‟jamTahdibu‟lLugati and confirmed to Arabic native speakers whose nationality was Egypt as informants. Data were collected through observation with note-taking. The data were analyzed using distributional approach with top down technique. Meanwhile, meanings were analyzed using analytical or referential approach. The results indicated that metathesis in Arabic does not only occurs in the exchange of phoneme (syllable) position which is influenced by the weak or strong sound articulation in word, but also creates new meaningful word/lexeme. Morphologically, the process of phoneme position exchange may create a new word which can stand by itself. Accordingly, trilateral Arabic root can be transformed into one to five new word/lexeme. The phoneme „illah may occur in the beginning, middle, and end position. When exchanging position, the phoneme „illah can exchange position among the‟ illah phoneme. The beginning position will return to the original „illah phoneme, except the phoneme of alif.The most productive word/lexeme has the pattern of K3 K2 K1 ( Ù¾ ٫ٱ ) . Semantically, words/lexemes produced may their own meanings and even have new meanings related to the meaning of the original words/lexemes or other derivative words. In regard to the meaning aspect, metathesis produces synonymy, hyponymy, antonym and combination of those three meaning. Deriving new three, four or five words, the word generally indicated the combination of synonymy and hyponymy. Metathesis plays a role in enriching words or developing meanings so that meaning will expand or narrow.
Kata Kunci : -