Laporkan Masalah

EVALUASI PEMELIHARAAN JALAN MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS UNTUK OPTIMASI ANGGARAN PEMELIHARAAN JALAN (Studi Kasus Di Provinsi Sumatera Selatan)

NOVYANA GUNITA, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T, M.Eng, Ph.D; Dr.Eng. M. Zudhy Irawan, ST., MT

2014 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Keterbatasan dana dalam pembiayaan penanganan jalan nasional, menuntut pemerintah untuk melakukan kegiatan penanganan jalan yang efektif. Peningkatan alokasi dana pembangunan infrastruktur jalan di provinsi Sumatera Selatan ternyata belum mampu memenuhi kebutuhan penanganan jalan. Sistem pengambilan keputusan yang tepat diharapkan dapat menjadi solusi dalam menentukan penanganan jalan yang optimal yang merupakan tujuan utama dari penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan antara penanganan jalan metode prioritasi yang menggunakan Analytical Hierarchy Process dengan metode worst first terhadap realisasi penanganan jalan pada tahun 2014. Skala prioritas didapatkan dengan melakukan survei kuisioner menggunakan kriteria nilai kondisi jalan (IRI) dan arus lalu lintas (LHR) untuk menentukan segmen ruas jalan yang ditangani terlebih dahulu. Metode worst first menangani segmen jalan berdasarkan kondisi jalan terburuk. Segmen ruas jalan yang telah didapatkan urutan penanganannya ditangani berdasarkan Permen PU no. 13 Tahun 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan urutan penanganan segmen jalan yang ditangani dari metode prioritasi dan metode worst first. Berdasarkan hasil analisis dengan metode prioritasi didapatkan urutan penanganan segmen jalan yang dipelihara dengan skala prioritas sebagai berikut : 1. LHR high, IRI rusak berat, 2. LHR medium, IRI rusak berat, 3. LHR high, IRI rusak ringan, 4. LHR low, IRI rusak berat, 5. LHR high, IRI sedang, 6. LHR medium, IRI rusak ringan, 7. LHR medium, IRI sedang, 8. LHR low, IRI rusak ringan, 9. LHR low, IRI sedang. Terdapat 19 ruas jalan yang mencapai 25,97 % yang perlu ditangani dari ruas hasil analisis prioritasi tetapi tidak ditangani pada realisasi tahun 2014. Ruas jalan yang pada analisis prioritasi perlu segera ditangani tetapi tidak dilaksanakan pada tahun 2014 dikhawatirkan mengalami kerusakan dini.

The Government need to carry out an effective way on national road handling by maintenance budget. Budget increase could still not fulfill the road maintenance needs and doesn’t seem answer the road maintenance problems in South Sumatra. A right decision considering maintenance prioritized location based on pavement condition becomes the aim of the research. This research compared prioritization method using the Analytical Hierarchy Process (AHP) and the worst first method to maintainance realization in year 2014. International Roughness Index value (IRI) and traffic flow (LHR) are the criteria was used to determine the road segments to be firstly handling. The segment priority was obtained by conducting a survey questionnaire. Meanwhile worst first method maintain the worst condition segment road as the first priority. Furtherer Permen PU no. 13 year 2011 was used as basic policy in handling road maintenance. Analysis result shows that there are some differences of maintenance order of road segment condition between the AHP and the worst first method. The order of road maintenance of the AHP method based on its priority are : 1. LHR high, IRI poor, 2. LHR medium, IRI poor, 3. LHR high, IRI fair, 4. LHR low, IRI poor, 5. LHR high, IRI good, 6. LHR medium, IRI fair, 7. LHR medium, IRI good, 8. LHR low, IRI fair, 9. LHR low, IRI good. There are 19 roads are equal to 25,97 % not maintained in the maintenance program in year 2014. Delay maintenance roads which were prioritized in year 2014 will probably leads to the early damage.

Kata Kunci : Analytical Hierarchy Process, skala prioritas, evaluasi


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.