DAYA LAYAN FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN DAN EFEKTIVITAS JAMINAN KESEHATAN MASYARAKAT UNTUK PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN DI KABUPATEN SUKOHARJO
HEPI AMBARANI, Drs. H.B.S. Eko Prakoso, M.SP.
2015 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHTujuan Milenium Development Goals (MDGs) sejalan dengan program pembangunan sosial yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia terutama terkait dengan kemiskinan dan peningkatan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu untuk mencapai tujuan MDGs yang ditargetkan pada tahun 2015, pemerintah pusat dan daerah bersama-sama melaksanakan upaya pembangunan kesehatan dengan berbagai program. Hal itu pula yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mencapai tujuan MDGs tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui tingkat daya layan fasilitas pelayanan kesehatan, (2) identifikasi strategi pelayanan kesehatan, (3) evaluasi efektivitas program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan (4) mengetahui tingkat kepuasan responden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode campuran (kualitatif dan kuantitatif) dengan pengambilan sampel dengan cluster sampling kemudian dilakukan random sampling untuk menentukan responden. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Analisis tingkat daya layan dilakukan menggunakan perhitungan scalogram setelah dilakukan pembobotan. Analisis efektivitas Jamkesmas dengan indikator produktivitas, efisiensi, dan kepuasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa fasilitas pelayanan kesehatan memiliki rasio daya layan yang tidak seimbang dikarenakan jumlah tidak sesuai dengan jumlah penduduk yang dapat dilayani. Kondisi fisik wilayah dan kesenjangan pembangunan menyebabkan distribusi fasilitas pelayanan tidak merata. Wilayah bagian utara Kabupaten Sukoharjo memiliki hirarki fasilitas pelayanan tingkat I, dan wilayah bagian selatan memiliki hirarki III. Dalam upaya pembangunan kesehatan, Kabupaten Sukoharjo telah melaksanakan 8 strategi untuk mencapai masyarakat Sukoharjo yang sejahtera dalam bidang kesehatan. Prioritas pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pelaksanaan Jamkesmas di Sukoharjo dapat dikatakan belum efektif, terutama dari segi produktivitas. Tingkat kepuasan responden sebesar 71,85%.
The aim of Millenium Development Goals (MDGs) in line with social development programs initiated by Indonesian Government, especially related to poverty and improvement of people health status. Therefore, to achieve the MDGs target by 2015, national and local government are going together implementing health development program with a variety of programs. Sukoharjo government has been doing that to improve the people health status as well as achieving the MDGs. The purposes of this study are (1) determine the function of availability of health care facilities, (2) identification of health care development strategies, (3) evaluation of Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) effectiveness, and (4) determine respondent level of satisfaction. This research used mixed methods (qualitative and quantitative), sampling was done by cluster sampling and then continued with random sampling to determine the respondent. Descriptive analysis was used to analyze. Function of availability analysis was done by scalogram after weighting. Jamkesmas effectiveness analysis based on indicators, they are productivity and efficiency. The research result showed that some health care facilities has unbalanced function of availability because the number of facilities didn't proportional to the number of people who can be served. The phyiscal condition of the area and the development gap has been causing unequal distribution of health care facilities. Sukoharjo nothern region has a first level hierarchy of health care facilities, and the southern region has hierarchy level III. In health care development programs, Sukoharjo has implemented 8 strategies to achieve a prosperous society in the field of health. Health priority was to improve people health status. Implementation of Jamkesmas in Sukoharjo can be said have not effective, especially from the productivity aspect. Respondent satisfaction level 1s 71,85%.
Kata Kunci : pelayanan kesehatan, Jamkesmas, derajat kesehatan, health services, health status