HUBUNGAN DEPRESI TERHADAP DERAJAT ULKUS KAKI DIABETIK PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUP DR. SARDJITO YOGYAKARTA
FELIKS DUWIT, dr. R. Heru Prasanto, Sp.PD-KGH.
2015 | Tesis | SP Ilmu Penyakit DalamLatar belakang: Depresi berperan terhadap DM, terjadi kontrol glukosa darah dan metabolik yang buruk dan bila keadaan ini terjadi secara persisten akan mengakibatkan kejadian komplikasi kronik DM termasuk ulkus kaki diabetik. Depresi pada pasien dengan ulkus kaki diabetik akan memberikan komplikasi ulkus berupa kejadian infeksi, gangrene, amputasi dan kematian. Depresi pada pasien DM bervariasi 11-60%, depresi pada pasien ulkus kaki diabetik bervariasi 8-82% dengan dominasi depresi sedang 64%. Pasien ulkus kaki diabetik 7-20% memerlukan tindakan amputasi, 85% mengalami amputasi ekstremitas bawah, 40% amputasi dapat dicegah melalui pendekatan pelayanan tim dalam perawatan ulkus. Tatalaksana pasien DM dengan ulkus sejauh ini masih menitikberatkan pada penanganan secara biologik, sementara aspek psikologi belum mendapat perhatian, sehingga direkomendasikan agar penanganan pasien ulkus kaki diabetik memerlukan pendekatan komprehensif “biopsikososialâ€, oleh sebab itu skrining dan tatalaksana depresi diperlukan dalam manajemen tatalaksana pasien-pasien ulkus kaki diabetik. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan depresi dengan derajat ulkus kaki diabetik. Metode: Penelitian bersifat eksplorasi, deskriptif, analisis dan cross sectional. Subyek penelitian ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi terhadap semua pasien DM dengan ulkus kaki diabetik yang berobat di poli kaki endokrin. Dilakukan anamnesis, pemeriksaan fisik termasuk pemeriksaan ulkus, pengumpulan data laboratorium dan pemeriksaan gejala depresi dengan Beck depression inventory (BDI). Analisa statistik hubungan depresi dengan derajat ulkus kaki diabetik, hasil penelitian bermakna bila nilai p < 0,05. Subyek penelitian: Semua pasien DM dengan ulkus kaki diabetik yang berobat diklinik endokrinologi UPD RSUP Dr.Sardjito sesuai kriteria inklusi dan ekslusi. Besar sampel subyek penelitian ini 50 orang. Hasil penelitian: Terdapat 50 subyek yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi, dengan usia rerata 57,24 ± 8,06 tahun. Perempuan terbanyak 26 orang (54%). Subyek yang tidak depresi 15 orang (30%) dengan ulkus derajat 2-3, sedangkan subyek yang depresi 13 orang (26%) dengan ulkus derajat 4. Nilai p = 0,571 dan RP (risiko prevalensi) 1,289(0,530- 4,984). Kesimpulan : Pasien ulkus kaki diabetik dengan depresi memiliki risiko prevalensi (RP) 1,289 terhadap derajat pemberatan ulkus. Dengan demikian depresi dapat dikatakan sebagai faktor risiko terhadap pemberatan ulkus kaki diabetik. Saran : Penelitian ini sebaiknya dilakukan terhadap pasien-pasien ulkus kaki diabetik yang pertama kali datang di tempat pelayanan kesehatan dan sampel penelitian ini sebaiknya lebih banyak lagi.
Background: Depression has important role in diabetic patient. It’s could be influence control blood glucose, metabolic control badly and incidence of diabetic complication such as diabetic foot ulcers and severity. So that diabetic foot ulcers need comprehensive approach treatment; biopsycosocial approach. So far, treatment approach to patient with diabetic foot ulcers still in focus on biologic approach, psychologic aspect not attend full yet. Psychology approach has important role in healing process of diabetic foot ulcers. Several study has shown variety of depression prevalence 11%-60% in diabetic patients. Diabetic patients with foot ulcers has moderate depression 64%, severe depression 10% and mild depression 8%. Screening and treatment depression in diabetic patient with diabetic foot ulcers are very important things to prevent complication and severity of diabetic foot ulcers and they will support healing process of diabetic foot ulcers. Objective: To show the relation of depression in the severity of diabetic ulcers. Methods: a exploratory, descriptive, analytical and cross-sectional study. To decide subjects who involve in the study base on the inclusion and exclusion criteria. Interview, physical examination especially ulcers condition, collecting laboratory data and examination of depression symptoms by interviews with Beck Depression Inventory (BDI). The data will be analized by chi-square test. The results study will be considered significance if p value < 0,05. Study Subyect : All diabetic foot ulcer patient who come in endocrinology clinic of Sardjito hospital and according to inclusion and exclusion criteria. The sampel size is fifty. Results: There was 50 subjects who met inclusion and exclusion criteria, mean of age was 57,24 ± 8,06 years. The subjects almost woman, twenty six (54%). Subject without depression 15 patients (30%) have grading ulcers 2-3. Subjects with depression 13 patients (26%) have grading ulcers 4. P value = 0,571 and risk prevalence (RP) 1,289(0,530-4,984). Conclusion : Diabetic foot ulcers patients with depression has risk prevalence 1,289 to severity diabetic foot ulcers. Depression as a risk factor to severity diabetic foot ulcers. Recommendation: The study more better for the new patients who comes in the clinic or hospital for the first time and the amount of study sampling more better add.
Kata Kunci : Depresi, Diabetes Mellitus, Derajat ulkus kaki diabetik