Kemandirian pemerintahan desa :: Studi kasus pengelolaan urusan rumah tangga desa Sukamenak Kecamatan Margahayu dan desa Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung
HERMAWAN, Ma'mun, Dr. Nasikun
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikSejak awal mula terbentuknya, Desa telah memiliki otonomi asli yang bersumber dari adat istiadat setempat. Suatu Desa dikatakan mandiri apabila Desa itu telah mampu mengelola urusan rumah tangganya sendiri tanpa terlalu terpengaruh oleh bantuan dan pihak luar. Kemandirian pemerintahan Desa tercermin pada kemampuan sumber daya material internalnya dalam membiayai kegiatan yang dilaksanakan, serta dipengaruhi oleh kepemimpinan Kepala Desa yang efektif, peranan BPD dan dukungan dari aparatur pemerintahan Desa &lam melaksanakan setiap program keja serta adanya partisipasi dan swadaya masyarakat yang aktif dalam menunjang kegiatan pembangman yang dilakukan oleh pemerintahan Desa. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui hal-ha1 yang menghambat dan mendukung proses kemandirian pemerintahan Desa Sukamenak dan Lembang. Adapun metode yang Qpergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus mengeriai pengelolaan urusan rumah tangga Desa dan mengambil lokasi di Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu dan Desa Lembang Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemandirian pemerintahan Desa Sukamenak masih sulit wtuk diwujudkan antara lain karena keterbatasan jenis serta masih rendahnya hasil dari sumber daya material internal, lain halnya dengan Desa Lembang yang didukung oleh beragam jenis dan hasil dari sumber daya material yang memadai. Kepala Desa Sukamenak kurang mampu menciptah hubungan yang harmonis dengan BPD sehingga peran BPD belum nampak, sedangkan Kepala Desa Lembang mampu menjalin hubungan yang harmonis dan dinamis serta mampu menetapkan Peraturan Desa yang membuat BPD cukup berperan didalam mendukung kemandirian pemerintahan Desa. Tingkat partisipasi dan swadaya masyarakat Desa Sukamenak lebih rendah dlbandingkan dengan Desa Lembang, baik dalam bentuk kesadaran untuk memenuhi kewajiban membayar i u r d m Desa maupun pada tingkat keikutsertaan dalam proses penyusunan rencana pembangunan Desa. Direkomendasikan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung untuk segera mengambil langkah dalam rangka menciptakan hubungan antara Kepala Desa dengan BPD Sukamenak dapat terjalin dengan baik, supaya BPD Sukamenak dapat segera berperan dalam menentukan kebijaksanaan pemerintahan Desa. Kemudian kepada Camat Lembang disarankan agar memberikan motivasi kepada aparatur pemerintahan Desa Lembang untuk lebih intensif dalam mengelola sumber daya material internal Desa yang ada dan mampu menggali sumber baru
Since the early form of village, Desa have had an autonomy that come from the local custom. The Independently Desa is village that can manage its own arrangement or business well. The government of Desa must have budgetary in all activities or in development program and also in public services that did it by government of Desa with own resources. The effective of chief leadership at village in each activities, BPD (Badan Perwakilan Desa) accommodation and the support from the staff of Desa Government on each implementation program and for good participation from the people or community in village to support the program of Desa government. The goals of the research are to explain the independently of village government Sukamenak and Lembang. This research is using descriptive qualitative method with case study about thew internal management of Desa, with located on Desa Sukamenak Kecamatan Margahayu and Desa Lembang Kecamatan Lembang, the district of Kabupaten Bandung. The result of the research that the independence of Desa Sukamenak still in difficulty in implementation to create the independently of Desa government because of the internal, resources are not enough and limited in quantity. Different from Desa Lembang with multi various resources and good income from the resources. The Chief of Desa Sukamenak in bad relation with BPD (Badan Perwakilan Desa) that make situation isn’t harmonic for Sukamenak, in the other side, the Chief of Desa Lembang in well condition and in harmonic and dynamic relation to make good situation in Desa Lembang. The degree of participation in Desa S h e n a k more less than Desa Lembang, both in duty of the people and the participation of people in development planning of the village. The recommendation for Local Government of Kabupaten Bandung take the step to meet with Desa government and BPD Sukamenak to create the harmonic relation between two departement in Sukamenak. The recommendation for Camat Lembarig to motivate the village government of Lembang to manage intensively the internal resources and to find the other resources sector
Kata Kunci : Pemerintahan Desa,Kemandirian Pengelolaan,Rumah Tangga