Kesesuaian Capaian Kompetensi Mahasiswa Kedokteran dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia Analisa Laporan Peserta Kuliah Kerja Nyata di Kecamatan Jetis Periode Februari-Maret 2014
AGUSTINA ISTARYANTI, dr. Rustamaji, M.Kes; dr. R. Ludhang Pradipta R., M.Biotech
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Dokter umum adalah Dokter Layanan Primer (DLP) sebagai ujung tombak sistem kesehatan di Indonesia. Lulusan dokter umum diwajibkan memahami dan memenuhi tingkat kemampuan (kompetensi) berdasarkan Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012 (SKDI). Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program dimana mahasiswa kedokteran dapat melakukan pelayanan secara langsung pada masyarakat. Tujuan: Melihat kesesuaian capaian kompetensi mahasiswa calon dokter umum dengan SKDI 2012. Metodologi: Penelitian ini menggunakan data dari laporan KKN mahasiswa kedokteran. Analisis data dengan studi empirik laporan KKN. Sortir data menggunakan program Excel. Hasil Penelitian: Terdapat 10 laporan KKN dengan diagnosis common cold untuk dianalisis. Kecukupan data didapatkan dengan pendekatan purposive sampling dan diasumsikan representatif dari total populasi. Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa kedokteran sudah sesuai kompetensinya dengan SKDI dalam mendiagnosis dan memberikan terapi kepada pasien. Namun, sebagian besar mahasiswa masih belum sesuai kompetensinya dalam melakukan anamnesis dan pemeriksaan.
Background: General practitioners play an important role in the health system in Indonesia. General practitioners that are fresh out of college are required to understand and meet the level of competence by the National Standard Competencies of Indonesian Medical Doctors 2012 (Standar Kompetensi Dokter Indonesia/SKDI). Kuliah Kerja Nyata (KKN) is a program where medical students do a community service in their field of study. Objective: To see the suitability levels of competency of medical students according to SKDI 2012. Methodology: The data used in this study comes from the archive of medical students' activity reports on a certain number of KKN programs. The data is analyzed by using empirical study with a qualitative approach. In sorting the data, the program used is Microsoft Excel program. Results: 10 medical records on common colds are analyzed. The sampling is done by purposive sampling approach and is assumed to be the representative of the total population. Conclusion: Most medical students' competence is suitable by SKDI in diagnosing and providing therapy for the patients. However, the students still do not do the standardized history-taking and examination.
Kata Kunci : SKDI, common cold, KKN