Laporkan Masalah

OBSTRUCTIVE SLEEP APNEA SEBAGAI FAKTOR RISIKO KEJADIAN RETINOPATI DIABETIKA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2: JOGJAKARTA EYE DIABETIC STUDY IN THE COMMUNITY

DEREISHA KARTIKA P, Prof. dr. Suhardjo, SU, Sp.M(K) ; dr. Muhammad Bayu Sasongko, M. Epi, Ph. D

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

INTISARI Obstructive Sleep Apnea sebagai Faktor Risiko Kejadian Retinopati Diabetika pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2: Jogjakarta Eye Diabetic Study in the Community Latar Belakang : Retinopati Diabetika (RD) merupakan komplikasi diabetes paling banyak yang menyerang retina maupun makula akibat kelainan endothelial yang diakibatkan dari penderita diabetes dengan prevalensi global sebesar 36,4%. RD terjadi akibat adanya kematian vaskuler akibat adanya hipoksia jaringan akibat diabetes. Kondisi hipoksia jaringan juga terjadi pada kondisi obstructive sleep apnea (OSA) sehingga diduga keberadaannya pada penderita diabetes cenderung menyebabkan seseorang menderita RD. Tujuan Penelitian : Untuk mempelajari hubungan obstructive sleep apnea dengan kejadian retinopati diabetika pada pasien diabetes mellitus tipe 2 pada komunitas Jogjakarta Eye Diabetic Study Metode Penelitian : Penelitian dilakukan menggunakan desain case control yang diolah dengan menggunakan STATA version 12 dan dilakukan uji regresi logistik untuk melihat hubungan kedua variabel. Dari 414 pasien JOGED.COM yang merupakan penderita diabetes mellitus tipe 2 dilakukan phone interview kepada 34 orang untuk dilakukan penilaian risiko OSA menggunakan kuesioner Berlin. Hasil Penelitian: Dari keseluruhan 34 subjek yang diteliti memiliki OSA risiko tinggi sebesar 50% pada masing-masing kategori RD dan non RD. Analisis statistika menunjukkan tidak terdapat korelasi yang signifikan (p>0,05) antara OSA dengan RD pada pasien DM tipe 2 dengan OR 0,84. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara OSA dan RD pada pasien diabetes mellitus tipe 2 pada komunitas Jogjakarta Eye Diabetic Study.

ABSTRACT Obstructive Sleep Apnea as a Risk Factor for Diabetic Retinopathy on Type 2 Diabetes Mellitus Patient: Jogjakarta Eye Diabetic Study in the Community Background: Diabetic retinopathy (DR) is a complication of diabetes damaging most retinal and macular due to endothelial dysfunction and leads to diabetes with global prevalence of 36.4%. DR occurs due to vascular death that induce tissue hypoxia from diabetes. Tissue hypoxia also occurs in the conditions of obstructive sleep apnea (OSA). Therefore, the incidence of OSA amongst diabetic patient is thought to have a significant correlation. Research Objectives: To study the correlation of obstructive sleep apnea and diabetic retinopathy on Type 2 Diabetes Mellitus patient on Jogjakarta Eye Diabetic Study in the Community Research Methodology: The study was conducted using a case-control design that is processed using STATA version 12 and using logistic regression to examine the relationship between the two variables. Of the 414 patients JOGED.COM which is a type 2 diabetes mellitus we conducted phone interviews to 34 people for OSA risk assessment using Berlin questionnaires. Research Result: By the total of 34 subjects in the study shows the same result in DR and non DR patient, both have 50% prevalence of high risk OSA, statistical analysis showed no significant correlation (p> 0.05) between OSA with DR in patients with type 2 diabetes with an OR of 0,84. Conclusion: There is no correlation between OSA and Diabetic Retinopathy of type 2 diabetes mellitus patient on Jogjarta Eye Diabetic Study in the Commmunity

Kata Kunci : Diabetes, Diabetes Mellitus Tipe 2, Retinopati, Apnea, Obstructive Sleep Apnea, Hiperglikemia, Hipoksia, Jogjakarta Eye Diabetic Study, JOGED.COM / Keywords: Diabetes, type 2 diabetes mellitus, retinopathy, apnea, obstructive slee


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.