HUBUNGAN RASIO LINGKAR PINGGANG-PANGGUL DENGAN RESISTENSI INSULIN PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN OBESITAS DI RSUP DR. SARDJITO
RISKY DWI ANDANI, dr. Hemi Sinorita, Sp.PD-KEMD, dr. R. Bowo Pramono, Sp.PD-KEMD
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Obesitas sentral merupakan faktor resiko pada perkembangan Diabetes Mellitus (DM) tipe 2. Hal ini berhubungan dengan resistensi insulin. Pengukuran obesitas sentral dilakukan dengan menghitung rasio lingkar pinggang-panggul. Pengukuran resistensi insulin dilakukan dengan Homeostasis Model Assessment Insulin Resistance (HOMA IR). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara rasio lingkar pinggang-panggul dengan resistensi insulin pada pende- rita DM tipe 2 yang obes. Metode: Rancangan penelitian yang digunakan adalah studi potong lintang dengan data sekunder. Subyek penelitian adalah pasien Diabetes Mellitus tipe 2 rutin kontrol ke Poli Diabetes RSUP Dr. Sardjito berjumlah 65 orang. Analisis statistik dilakukan dengan analisis Pearson Correlation apabila distribusi data normal dan dengan analisis Spearman Correlation apabila distribusi data tidak normal. Hasil : Didapatkan p-value>0.05 (laki-laki : p-value=0.99, perempuan : p-value=0.32) sehingga dapat disimpulkan korelasi antara RPP dan HOMA IR tidak signifikan. Kesimpulan : Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah rasio lingkar pinggang-panggul tidak berkorelasi secara signifikan dengan resistensi insulin pada pasien DM tipe 2 yang obes.
Background: Central obesity is a risk factor in the development of type 2 Diabetes Mellitus (DM). It is associated with insulin resistance. Central obesity measurement performed by calculating waist to hip ratio. Insulin resistance measurement done with Homeo- stasis Model Assessment Insulin Resistance (HOMA IR). Objectives: To determine the relationship between waist to hip ratio with insulin resistance in type 2 Diabetes Mellitus with obese. Methods: The research design used was a cross-sectional study with secondary data. Subjects were patients with type 2 Diabetes Mellitus control routine in Poli Diabe- tes RSUP Dr. Sardjito consisted 65 people. Statistical analysis was performed with Pearson Correlation if data were normally distributed and by Spearman Correlation if data were abnormally distributed. Results: p-value> 0.05 (males: p-value = 0.99, female: p-value = 0:32) so that we can conclude the correlation between RPP and HOMA IR was not significant. Conclusion: The conclusion of this study is the ratio of waist-to-hip circumference was not significantly correlated with insulin resistance in patients with type 2 diabetes are obese.
Kata Kunci : rasio lingkar pinggang-panggul, resistensi insulin, obesitas, diabetes mellitus tipe 2