Laporkan Masalah

DAYA ANTIHELMINTIK INFUS BUAH PEPAYA (Carica papaya) MUDA TERHADAP CACING DEWASA Ascaridia galli IN VITRO

HABIL ALAM RAHMAN, Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, S.U; Dr. Budi Mulyaningsih, Apt., MS

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Askariasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang telah tercatat menyebabkan mortalitas dan morbiditas yang cukup tinggi di dunia. Saat ini terapi untuk askariasis adalah albendazole, medendazole, dan pyrantel pamoat, namun obat-obat tersebut relatif mahal dan sulit didapat didaerah tertentu. Untuk mengatasi hal tersebut, dibutuhkan bahan pengganti dari bahan alami yang murah dan mudah didapat. Salah satu alternatifnya adalah infus buah pepaya (Carica papaya) muda yang diujikan pada cacing dewasa A.galli in vitro Tujuan Penelitian: Mengetahui daya antihelmintik infus buah pepaya (Carica papaya) muda terhadap cacing dewasa A. galli in vitro dengan melihat LC50 dan LC90 serta membandingkan LT90 infus buah pepaya (Carica papaya) muda dan albendazole 7,5 mg/ml dalam membunuh cacing dewasa A. galli in vitro. Metode: Kuasi eksperimental dengan desain post-test only with control group dengan menghitung persentase kematian cacing dewasa A. galli setelah dimasukkan dalam infus buah pepaya muda beserta kontrol positif dan negatif. Hasil dianalisis menggunakan probit untuk melihat LC50, LC90, dan LT90 . Hasil: Nilai LC50 dan LC90 Infus buah pepaya (Carica papaya) muda dalam membunuh cacing dewasa A.galli masing-masing sebesar 22,1% dan 311,08%. Nilai LT90 Infus buah pepaya muda 60% adalah 769,42 menit dan albendazole 7,5mg/ml adalah 530,3 menit. Kesimpulan: Infus buah pepaya muda memiliki daya antihelmintik terhadap cacing dewasa A.galli in vitro namun tidak lebih baik dibandingkan albendazole 7,5 mg/ml.

Background: Ascariasis is a disease caused by Ascaris lumbricoides which high mortality and morbidity case in the world. The known therapy for ascariasis are albendazole, medendazole, and pyrantel pamoat, but those medication relatively expensive and hard to find in some place. To avoid the these problems, required an alternatives from natural substance which cheaper and easy to find. One of the alternatives is unripe papaya (Carica papaya) infusion that tested on A.galli in vitro Objectives: To know the antihelmintic potency of unripe papaya (Carica papaya) infusion to adult worms A. galli in vitro by LC50 and LC90 and compare LT90 of unripe papaya (Carica papaya) infusion with 7,5 mg/ml albendazole in killing adult worms A. galli in vitro. Metodes: Quasi eksperimental with post-test only with control group design by calculating the percentage of adult worms A. galli mortality after set in unripe papaya infusion along with positive and negative control. The results will be analyzed using probit to see the values of LC50, LC90, and LT90 . Result: The percentage of LC50 and LC90 of unripe papaya (Carica papaya) infusion to kill adult worms A.galli are respectively 22,1% and 311,08%. The percentage of LT90 of 60% unripe papaya infusion is 769,42 minutes and 7,5 mg/ml Albendazole is 530,3 minutes. Conclusion: Unripe papaya infusion has antihelmintics potency to adult worm A.galli in vitro but has no better effect than 7,5 mg/ml albendazole.

Kata Kunci : Askariasis, Ascaris lumbricoides, Ascaridia galli, infus buah pepaya (Carica papaya) muda, Albendazole

  1. S1-2015-317117-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317117-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-317117-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-317117-title.pdf