Laporkan Masalah

HUBUNGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA IBU HAMIL ATERM DENGAN ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA BAYI BARU LAHIR DI RSU PKU MUHAMMADIYAH BANTUL

IHSAN YUDHITAMA, dr. Tri Ratnaningsih, Sp.PK(K), M.Kes. ; Prof. Dr. Budi Mulyono, Sp.PK, MM.

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar Belakang: Zat besi merupakan mikronutrisi esensial yang dibutuhkan tubuh. Namun, anemia defisiensi besi masih menjadi masalah gizi utama di Indonesia yang menunjukkan pemenuhan kebutuhan besi tubuh masih belum terpenuhi. Ibu hamil dan bayi merupakan kelompok yang rentan mengalami anemia defisiensi besi. Deteksi dan penanganan sedini mungkin akan meminimalisir kemungkinan buruk yang akan muncul di masa datang. Tujuan: Mengetahui adanya hubungan antara anemia defisiensi besi pada ibu hamil aterm dengan anemia defisiensi besi pada bayi baru lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Metode: Penelitian deskriptif analitik cross sectional dengan menggunakan data primer. Pemeriksaan sampel darah ibu hamil aterm dan bayi baru lahir dilakukan di Laboratorium Parahita dan Laboratorium Patologi Klinik RSUP Sardjito Yogyakarta untuk mengetahui kadar hemoglobin, feritin serum dan saturasi transferin, Hasil: Subyek yang dianalisis berjumlah 259. Dengan uji Fisher Exact didapatkan nilai p = 0,002 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan antara anemia defisiensi besi pada ibu hamil aterm dengan anemia defisiensi besi pada bayi baru lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara anemia defisiensi besi pada ibu hamil aterm dengan anemia defisiensi besi pada bayi baru lahir di RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Background: Iron is an essential micro nutrition for human body. However, nowadays iron deficiency anemia still be the main nutritional problem in Indonesia which show the daily iron intake not enough for human body needs. Pregnant woman and baby are vulnerable population for having iron deficiency anemia. Early detection and treatment may minimize the bad prognosis. Purpose: To know the relationship between iron deficiency anemia of aterm pregnant woman and iron deficiency anemia of newborn in RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Method: This research is an analytical descriptive cross sectional study by analyzing primary data. Blood sample examination of aterm pregnant woman and newborn is held in Parahita Laboratory dan Clinical Pathology Laboratory of RSUP dr. Sardjito Yogyakarta to know hemoglobin concentration, ferritin serum, and transferrin saturation. Result: Total subject is 259. Through Fisher Exact Test we get p = 0.002 (p < 0.05) which mean there is relationship between iron deficiency anemia of aterm pregnant woman and iron deficiency anemia of newborn in RSU PKU Muhammadiyah Bantul. Conclusion: There is relationship between iron deficiency anemia of aterm pregnant woman and iron deficiency anemia of newborn in RSU PKU Muhammadiyah Bantul.

Kata Kunci : anemia defisiensi besi, hemoglobin, feritin serum, saturasi transferin, ibu hamil aterm, bayi baru lahir

  1. S1-2015-317422-abstract.pdf  
  2. S1-2015-317422-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2015-317422-title.pdf