Laporkan Masalah

KREDIT BARANG: STRATEGI PEDAGANG DI SEKITAR AREA INDUSTRI RUMAH TANGGA REMPEYEK DI DESA SRIHARJO

NURFINA AMINI, Dr. Bambang Hudayana, M.A.; Agus Indiyanto, S.Sos., M.Si.; Dr. Setiadi, M.Si.

2015 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYA

INTISARI Hadirnya industri rumah tangga rempeyek di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri telah membuka banyak peluang kerja. Tak terkecuali bagi pedagang di sekitar wilayah industri yang ikut menawarkan dagangan berupa bahan baku industri kepada pengusaha rempeyek. Hal itu dilakukan agar usaha dagang mereka tetap berjalan. Namu, yang terpenting adalah bagaimana strategi mereka dalam memasarkan dagangannya kepada pengusaha rempeyek. Dalam penelitian ini saya ingin melihat bagaimana kredit barang sebagai strategi pemasaran yang dilakukan pedagang di area industri rumah tangga rempeyek berlangsung. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat sistem kredit seperti apa yang terjadi dan apa saja pertimbangan pedagang memasarkan dagangannya secara kredit. Penelitian ini dilakukan di Dusun Pelemadu Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri pada tahun 2011 hingga 2013. Berbagai metode dilakukan selama melakukan penelitian mulai dari pengamatan langsung di lapangan, wawancara mendalam guna mendapatkan informasi, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa memberikan kredit barang sebagai strategi pemasaran dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Pedagang sebagai kreditur mendapatkan keuntungan dengan adanya pelanggan tetap dari kalangan pengusaha rempeyek, sedangkan pengusaha rempeyek mendapat keuntungan karena dengan pembelian bahan baku secara kredit dari pedagang para pengusaha ini dapat menjaga keberlangsungan usahanya. Selain itu, penelitian ini juga menyatakan bahwa terdapat empat sistem kredit yang dilakukan oleh pedagang dan pengusaha rempeyek, yaitu: 1) Ngalap nyaur, 2) Pendeman, 3) Nyicil, dan 4) Macet.

INTISARI Hadirnya industri rumah tangga rempeyek di Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri telah membuka banyak peluang kerja. Tak terkecuali bagi pedagang di sekitar wilayah industri yang ikut menawarkan dagangan berupa bahan baku industri kepada pengusaha rempeyek. Hal itu dilakukan agar usaha dagang mereka tetap berjalan. Namu, yang terpenting adalah bagaimana strategi mereka dalam memasarkan dagangannya kepada pengusaha rempeyek. Dalam penelitian ini saya ingin melihat bagaimana kredit barang sebagai strategi pemasaran yang dilakukan pedagang di area industri rumah tangga rempeyek berlangsung. Selain itu, penelitian ini juga ingin melihat sistem kredit seperti apa yang terjadi dan apa saja pertimbangan pedagang memasarkan dagangannya secara kredit. Penelitian ini dilakukan di Dusun Pelemadu Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri pada tahun 2011 hingga 2013. Berbagai metode dilakukan selama melakukan penelitian mulai dari pengamatan langsung di lapangan, wawancara mendalam guna mendapatkan informasi, serta studi literatur. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa memberikan kredit barang sebagai strategi pemasaran dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak. Pedagang sebagai kreditur mendapatkan keuntungan dengan adanya pelanggan tetap dari kalangan pengusaha rempeyek, sedangkan pengusaha rempeyek mendapat keuntungan karena dengan pembelian bahan baku secara kredit dari pedagang para pengusaha ini dapat menjaga keberlangsungan usahanya. Selain itu, penelitian ini juga menyatakan bahwa terdapat empat sistem kredit yang dilakukan oleh pedagang dan pengusaha rempeyek, yaitu: 1) Ngalap nyaur, 2) Pendeman, 3) Nyicil, dan 4) Macet.

Kata Kunci : strategi, adaptasi, kredit barang