Rancang Bangun dan Analisis Perbandingan Kinerja Virtual Machine Menggunakan KVM dan OpenVZ serta penerapan Live migration dan Failover (Kasus: STKIP Hamzanwadi)
IAN GATRA SADIKA. L, Adhistya Erna Permanasari, S.T.,M.T.,Ph.D.
2015 | Tesis | S2 Teknik ElektroSTKIP adalah sebuah institusi keguruan dan ilmu pendidikan yang bertujuan menyiapkan sumber daya manusia pendidikan khususnya calon guru yang memiliki daya saing dengan kapasitas budaya santri. Dalam pelaksaan proses pendidikan tersebut, STKIP Hamzanwadi didukung oleh jaringan internet seperti website kampus, sistem informasi akademis (siakad), dan penyimpanan serta pengolahan datanya. Permasalahan yang dihadapi oleh STKIP Hamzanwadi Selong adalah masing-masing server hanya diperuntukkan untuk satu sistem operasi dan aplikasi server. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan dana dan perangkat keras yang dimiliki saat ini sehingga untuk menambah aplikasi server dibutuhkan komputer server yang baru dengan biaya dan konsumsi listrik yang tidak sedikit. Hal tersebut menjadi dasar untuk mengubah cara deployment server yang akan digunakan menjadi teknologi virtualisasi. Penelitian mengenai rancang bangun dan analisis virtual Machine sudah pernah dilakukan dengan berbagai metode virtualisasi. Penelitian yang dilakukan sekarang berhubungan dengan penerapan, analisis live migration dan failover di STKIP Hamzanwadi. Metode yang digunakan adalah KVM dan OpenVZ yang diuji CPU usage, memory usage, proses live migration (waktu migrasi, jumlah connection loss, waktu upload data, dan kecepatan transfer data), dan failover (waktu migrasi, jumlah connection loss, waktu upload data, dan kecepatan transfer data. Metode tersebut dipilih karena kedua metode tersebut bersifat open source dan dapat menjalankan fitur live migration serta failover dengan Proxmox VE sebagai hypervisor. Penelitian ini juga membandingkan dua jenis virtualisasi, yaitu Full Virtualization (KVM) dan Operating System Virtualization (OpenVZ).. Perancangan virtual server, live migration dan failover di STKIP Hamzanwadi Selong menggunakan 3 buah hardware server (main server, slave server dan NFS server). Pada main server di-install 3 buah guest dengan sistem operasi Centos 6.5 untuk keperluan pengujian. Setelah dilakukan perancangan, didapatkan hasil pengujian dari CPU usage, memory usage, live migration, dan failover (waktu migrasi, jumlah paket loss, waktu upload data, dan kecepatan transfer data). Dari hasil pengujian tersebut, Metode yang lebih sesuai untuk diterapkan di STKIP Hamzanwadi Selong adalah OpenVZ yang dibuktikan dengan kinerja dari masing-masing parameter lebih baik daripada KVM dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi jaringan pada STKIP tersebut.
STKIP is an institution of education (teacher) that aimed to prepare human resources in Selong based on Santri culture. In that process, STKIP Hamzanwadi supported by internet network, for example website, academic information system, data storage, and data management. The main problem of STKIP Hamzanwadi is still using the existing infrastructure and for each server used by one operation system and server application. The main reason is all about the limitation of budget and the existing hardware in STKIP Hamzanwadi, because for adding server application needs new server computer with high cost of electricity consumption. It became the basic for changing server deployment to be used into the virtualization technology. The research about design architecture and virtual machine analysis have been done with many kind of virtualization method. This research is about the implementation and analysis of live migration and failover in STKIP Hamzanwadi. Method in this research is KVM and OpenVZ that can be tested by its CPU usage, memory usage, live migration (time migration, number of connection loss, upload time, and speed of data transfer), and failover (time migration, number of connection loss, upload time, and speed of data transfer). KVM and OpenVZ have been chosen because both methods is open source and can be implemented and tested with Proxmox VE as a hypervisor, among them can be compared by full virtualization (KVM) and operating system virtualization (OpenVZ). Design architecture of virtual server, live migration, and failover in STKIP Hamzanwadi Selong used three hardware servers (main server, slave server, and NFS server). In main server, there is three guest operating system with Centos 6.5 as operation sytem for testing. After that, there is a result for testing from CPU usage, memory usage, live migration (time migration, number of connection loss, upload time, and speed of data transfer), and failover (time migration, number of connection loss, upload time, and speed of data transfer). The result of all parameter showed that OpenVZ better than KVM because the performance of each parameter from OpenVZ is better than KVM and in the other hand, OpenVZ method is suitable to be applied in the STKIP Hamzanwadi's network.
Kata Kunci : Virtualization, KVM, OpenVZ, Live migration, Failover clustring