Laporkan Masalah

Kinerja Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Semarang

BUDIJONO, Didik, Dr. Warsito Utomo

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Buruknya pelayanan terhadap pengguna jasa layanan medis atau kesehatan di RSUD Kota Semarang oleh karyawan RSUD Kota Semarang sedikit banyak merupakan wujud rendahnya kinerja karyawan RSUD Kota Semarang. Banyak pengguna jasa layanan medis yang mengeluhkan kinerja karyawan RSUD Kota Semarang karena tidak dihormati hak-hak konsumen, sekaligus adanya fakta banyak karyawan yang ceroboh dalam memanfaatkan sarana prasarana RSUD Kota Semarang. Hal itulah yang mendorong penulis untuk mengkaji lebih lanjut perihal kinerja karyawan RSUD Kota Semarang, mengapa kinerjanya rendah dan apa yang menjadi faktor penghambat dan pendukung lebih baiknya kinerja karyawan RSUD Kota Semarang ? Penelitian tersebut penulis maksudkan untuk mendapatkan data perihal rendahnya kinerja karyawan RSUD Kota Semarang dan apa yang menjadi faktor penghambat serta pendukung terwujudnya kinerja karyawan yang baik di lingkungan RSUD Kota Semarang. Dari situlah diharapkan dapat diperoleh konstribusi pemikiran yang muaranya dapat menjadi sarana memperbaiki kinerja karyawan RSUD Kota Semarang, sehingga dapat mendukung tercapainya tujuan RSUD Kota Semarang. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yaitu pendekatan dengan meneliti secara langsung dan kemudian menggambarkan keadaannya untuk kemudian dikaji secara ilmiah. Lokasi penelitian di RSUD Kota Semarang dan didukung dengan sumber data yang diperoleh dari karyawan RSUD Kota Semarang dan beberapa orang konsumen pengguna jasa layanan medis di RSUD Kota Semarang. Hasil penelitian membuktikan bila kinerja karyawan RSUD Kota Semarang rendah dan karenanya harus ditingkatkan kualitasnya. Buruknya kinerja dapat dilihat dengan buruknya penghormatan terhadap hak-hak pengguna jasa layanan medis.Demikian pula tanggungjawab terhadap pekerjaan dan asset yang ada. Banyak faktor yang menyebabkan buruknya kinerja karyawan, antara lain faktor diri karyawan dan faktor pekerjaan dengan berbagai jabarannya. Guna mendukung terwujudnya kinerja karyawan RSUD Kota Semarang yang berkualitas baik, semua faktor tersebut memang harus diperbaiki dengan berbagai dukungan dan ketauladanan pimpinan, pembinaan yang muaranya bukan saja mendukung terwujudnya pelayanan yang baik pada pengguna jasa layanan kesehatan di RSUD Kota Semarang, tetapi sekaligus juga dapat mendukung usaha pencapaian tujuan RSUD Kota Semarang. Terhadap mereka yang melanggar aturan pun juga ham ditindak sesuai aturan hukum yang ada.Keberanian setiap karyawan RSUD Kota Semarang untuk memperbaiki diri dan adanya pembinaan yang berkesinambungan dari pimpinan akan makin mempercepat proses perbaikan kinerja karyawan RSUD Kota Semarang. Di sisi lain, diperlukan pula adanya dukungan dari pengguna jasa layanan medis untuk memberi kntik maupun saran berkaitan dengan kinerja karyawan RSUD Kota Semarang.

The destitute service of the Hospital attendant to the medical service perfomance in Semarang Public Hospital is symbolizes the role inactive of the Semarang Public Hospital attendant. Many service abusers feel dissatisfy of the hospital attendant role because does not value the cusumer rights, thus, any evidence that many attendants does not decipline to utilize the Hospital Structure and Infrastructure. That it is the reason encourages our research to learned about the attendant role of Semarang Public Hospital, why the roIe is deminish and what is the barrier and motivator factors of the better role of Semarang Public Hospital Attendants. That research we purpose to get tge data about the role inactive of the hospital attendant and what is the barrier factor and motivator of the better role of hospital attendant in Semarang Public Hospital. From that case we foreseen the notion contribution in which the finding point became the reviser facility of attendant role of Sernarang Public Hospital, and consequently support the goal accomplishment of Semarang Public Hospital. In this research we use the methode of descriptive qualitative opproach, by observing direcly and then describe the condition and would be learned scientifically. The research location existed on Semarang Public Hospital and supporting by the data source that can be obtained from Hospital attendant and some consumers of medical service abuser in Semarang Public Hospital. This research result confirms that attendant role of Semarang Public Hospital is poor and so has to be rectified. The role destitute can be seen in the lowly of respect to the medical consumer rights. Moreover, the responsibility of the job and the available asset. Many factor that makes the attendant role destitute, such from the attendant factor and the job factor with anything. To stimulate the role achievement of Semarang Publik Hospital attendant which better quality, these factors must be corrected with any motivations and managerial model, the treatment, which only not support the better service to the consumer, nonetheless also can support the goal achievement of Semarang Public Hospital. Those attendant who breach the must be treated correspon to the available role. The willingness of each attendant to take correction, and the respectvely treatment from the manager will fasten the revision process of attendant role of Semarang Public Hospital. In the other condition, required the motivation from the service consumer to give some critics and suggestions respecting to the attendant role of Semarang Public Hospital.

Kata Kunci : Kinerja Karyawan,RSUD


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.