STATUS SOSIAL EKONOMI KELUARGA, STATUS GIZI (INDEKS MASSA BADAN DAN TINGGI BADAN TERHADAP UMUR) DAN PERBEDAAN TINGGI DUDUK TERHADAP TINGGI BADAN REMAJA USIA 12-15 TAHUN DI SEKOLAH MENENGAH D.I.YOGYAKARTA
ADITYA PRATAMA ALAMSYAH, Dra. Neni Trilusiana R, M.Kes.,Ph.D; Janatin Hastuti, S.sI., M.Kes., Ph.D
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang : Sumber daya manusia yang berkualitas sangat menentukan kemajuan sebuah bangsa, maka syarat utama sebuah bangsa dalam kemajuan sebuah bangsa adalah sumber daya manusia yang berkualitas, tentu saja banyak faktor-faktor yang akan mempengaruhi sumber daya manusia yang berkualitas itu, sehingga penelitian ini penting untuk dikaji. Tujuan : Mengkaji status sosial ekonomi keluarga, status gizi (IMB dan tinggi badan terhadap umur) dan perbedaan tinggi duduk terhadap tinggi badan pada Remaja usia 12-15 tahun di sekolah menengah D.I. Yogyakarta Metode : Desain penelitian menggunakan rancangan penelitian Cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah siswa-siswi dari SMP N 1 Rongkop sebanyak 116 anak dan dari SMP N 3 Yogyakarta sebanyak 82 anak. Dilakukan wawancara singkat mengenai pekerjaan dan pendidikan orang tua serta persetujuan dari subjek penelitian kemudian dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan dan tinggi duduk. Kemudian dihitung Indeks kormik dan indeks massa badan. Pada semua subjek penelitian. analisis data diuji dengan univariat dan bivariat (chi-square), sedangkan uji independent sample-t untuk membandingkan perbedaan rata-rata tinggi duduk, tinggi badan, berat badan, indeks kormik, dan IMB antar kelompok. Hasil: Hasil uji chi-square menunjukan hubungan antara pekerjaan dan pendidikan terhadap status gizi(IMB dan tinggi badan terhadap umur) yang tidak signifikan pada anak usia 12-15 tahun di Yogyakarta secara keseluruhan, di SMP N 1 Rongkop dan SMP N 3 Yogyakarta. Perbedaan tinggi badan dan berat badan antara siswa SMP N 1 Rongkop dan SMP N 3 Yogyakarta signifikan hanya pada umur 13 tahun (p<0,05), pada umur 12, 14, dan 15 tahun tidak signifikan. IMB dan tinggi duduk tidak signifikan pada semua umur. Tidak ada perbedaan signifikan IMB, tinggi badan, berat badan antara siswa laki-laki dan perempuan pada masing-masing sekolahan. Indeks kormik hanya signifikan (p<0,05) pada umur 12 dan 14 tahun antara siswa SMP N 1 Rongkop dan SMP N 3 Yogyakarta. Kesimpulan : Status sosial ekonomi keluargatidak berhubungan signifikan terhadap status gizi yang ditinjau dari IMB dan tinggi badan terhadap umur.Tidak terdapat perbedaan yang bermakna pada tinggi badan, berat badan, tinggi duduk, indeks kormik dan IMB remaja usia 12-15 tahun di SMP N 1 Rongkop dan SMP N 3 Kota Yogyakarta. Kata Kunci : antropometri-tinggi badan-tinggi duduk-berat badan-status sosial ekonomi-anak usia 12-15 tahun.
Background: The development of a nation is determined by the quality of its human resources. Therefore, it is important to understand various factors which may contribute to the development of these resources. Objectives : To assess the familial socio-economic status, nutritional status based on Body Mass Index and height for age, and the difference of sitting height to stature ratio in adolescents age 12-15 years old in junior high school in Special State of Yogyakarta. Methods: This study designed as a cross-sectional study. Subjects were 116 students from SMP N 1 Rongkop and 82 students from SMP N 3 Yogyakarta. Questionnaires were used to explore data of parents education and occupation. After informed consent were obtained from the subjects, Stature, body weight, and sitting height were measured to determine the Cormic Index and Body Mass Index (BMI). The data were then analysed using chi-square. Independent sample-t test was used to compare the differences of sitting height, stature, body weight, Cormic Index, and BMI between groups. Results: Chi-square analysis showed no significant relationships between the parents occupation and educational background and nutritional status (based on BMI and height for age) of adolescents age 12-15 years old in Special State of Yogyakarta, SMP N 1 Rongkop and SMP N 3 Yogyakarta. The difference of stature and body weight between the school groups only significant at the age of 13 years old (p<0,05). The difference between BMI and sitting height was not significant for all age groups. There were no significant differences between BMI, stature and body weight between male and female students in each schools. Cormic Index wassignificantly difference (p<0,05) at the age of 12 and 14 years old between the schools. Conclusions : Familial socio-economic status is not associated significantly to nutritional statusbased on BMI and height for age. There is no significant difference in stature, body weight, sitting height, Cormic Index and BMI in adolescents aged 12-15 years old in SMP N 1 Rongkop and SMP N 3 Yogyakarta.
Kata Kunci : socio-economic status, nutritional status, body mass index, height-for-age, -sitting height-to-stature ratio, adolescents