PENGARUH TRANSIENT GLOBAL ISCHEMIA TERHADAP KECEMASAN PADA TIKUS WISTAR DITINJAU DENGAN METODE ELEVATED PLUS MAZE DAN DARK AND LIGHT BOX TEST
TAUFIK INDRAWAN, dr. Ginus Partadiredja, M.Sc, Ph.D; dr. Nur Arfian, Ph.D
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Henti jantung dapat menyebabkan iskemia global pada otak dan membutuhkan penanganan darurat. Salah satu gangguan psikologis yang cukup tinggi pada pasien henti jantung paska penanganan di rumah sakit adalah kecemasan. Insidensi kasus ini mencapai 13%-61%. Keadaan ini disebabkan karena transient global ischemia pada otak. Penelitian yang dilakukan pada tikus, keadaan transient global ischemia menyebabkan terjadinya kerusakan di berbagai area di otak. Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan perubahan perilaku, diantaranya adalah kecemasan. Tujuan: Mengetahui efek kecemasan pada tikus Wistar yang mengalami transient global ischemia dan membandingkan efek kecemasan yang muncul pada tikus Wistar yang mengalami transient global ischemia pada hari ke-3 dan ke-10 setelah reperfusi. Metode: Enam tikus Wistar jantan diberikan perlakuan bilateral common carotid artery occlusion (BCCO) selama 20 menit dan dilakukan uji perilaku pada hari ketiga paska reperfusi. Tujuh tikus Wistar jantan diberikan perlakuan BCCO selama 20 menit dan dilakukan uji perilaku pada hari kesepuluh paska reperfusi. Uji perilaku menggunakan metode elevated plus maze dan dark and light box test. Hasil: Uji perilaku kecemasan menggunakan metode EPM dan DLB tidak didapatkan adanya perbedaan level kecemasan yang signifikan pada kelompok perlakuan paska reperfusi hari ketiga maupun kesepuluh. Kesimpulan: Perlakuan BCCO selama 20 menit tidak menyebabkan terjadinya perubahan perilaku kecemasan yang signifikan pada tikus Wistar jantan pada hari ketiga dan kesepuluh setelah terjadinya iskemia.
Background: Cardiac arrest causes transient global cerebral ischemia and needs emergency management. One of the psychological distress in post-hospital treatment cardiac arrest patient is anxiety. This incidence rate was between 13% to 61%. This condition was be caused by transient global ischemia in the brain. Studies in rats showed that transient global ischemia caused neuronal damage in many areas of the brain. This condition cause behavioral changes, including anxiety. Objectives: This study was conducted to investigate anxiety as an effect of transient global ischemia and to compare anxiety in ischemic subjects and sham operated rats tested at 3 and 10 days post reperfusion. Methods: Six male Wistar rats treated with 20 minutes bilateral common carotid artery occlusion (BCCO) were tested 3 days post reperfusion. Seven male Wistar rats treated with 20 minutes BCCO were tested 10 days post reperfusion. The subjects were tested with elevated plus maze and dark and light box test. Results: Anxiety level was normal on day 3 and 10 following ischemia in the elevated plus maze and dark and light box tes compared to sham operated controls. There was no significant difference of anxiety level on day 3 compared to day 10 post reperfusion. Conclusions: Twenty minutes BCCO did not cause any significance difference in anxiety level in male Wistar rat on day 3 and 10 following ischemia.
Kata Kunci : Transient global ischemia, bilateral common carotid artery occlusion (BCCO), cemas, elevated plus maze, dark and light box test, otak, reperfusi