HUBUNGAN ANTARA DEPRESI DAN DISFUNGSI SEKSUAL PADA WANITA POSTPARTUM DI RSUD PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL
IRFAN HARIS, dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp.OG; dr. Ronny Tri Wirasto, SP.KJ
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Persalinan merupakan transisi kehidupan utama yang memiliki efek signifikan pada wanita dan menimbulkan beberapa masalah, salah satunya disfungsi seksual. Etiologi disfungsi seksual pada wanita bersifat multifaktorial dan dapat meliputi faktor biologis, psikoseksual, dan kontekstual. Salah satu faktor yang diduga menjadi penyebab disfungsi seksual pada wanita postpartum adalah depresi postpartum. Tujuan: Mengetahui hubungan antara depresi dan disfungsi seksual pada wanita postpartum di RSUD Panembahan Senopati Bantul. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik potong lintang. Data yang dibandingkan adalah kejadian depresi yang diukur dengan kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) serta disfungsi seksual yang diukur dengan kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI). Populasi yang digunakan adalah pasien wanita dalam masa 3-6 bulan postpartum yang sebelumnya melakukan persalinan di RSUD Panembahan Senopati Bantul antara bulan Maret hingga Agustus 2014. Hasil: Dari 129 subjek penelitian wanita postpartum, 51,9% (n=67) mengalami disfungsi seksual. Subjek dibagi menjadi kelompok depresi (n=27) dan kelompok tidak depresi (n=102). Ditemukan nilai Prevalence Risk sebesar 1,284 (95% CI 0,905-1,824). Analisis chi square antara depresi postpartum dan disfungsi seksual tidak menemukan hubungan yang signifikan (p=0,197). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara depresi postpartum dan disfungsi seksual.
Background: Delivery is a primary life transition that has significant effects in women and could cause many problems, including sexual dysfunction. Etiology of female sexual dysfunction is multifactorial and comprised of biological, psychosexual, and contextual factor. One of the most significant factor related to postpartum female sexual dysfunction is postpartum depression. Objective: To determine the association between depression and sexual dysfunction in postpartum women in Panembahan Senopati General Hospital, Bantul. Method: An analytic observational study with cross sectional design was conducted. The data were collected using Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) and Female Sexual Function Index (FSFI) from women in 3-6 months postpartum period that had their baby delivered in Panembahan Senopati General Hospital form March to August 2014. Results: Of 129 women who met the inclusion criteria, 51,9% (n=67) experienced sexual dysfunction. Subjects were divided into depressed group (n=27) and non-depressed group (n=102). The Prevalence Risk was 1,284 (95% CI 0,905-1,824). Chi square analysis found no significant association between postpartum depression and sexual dysfunction (p=0,197). Conclusion: There is no significant association between postpartum depression and sexual dysfunction.
Kata Kunci : depresi postpartum, disfungsi seksual, EPDS, FSFI