Laporkan Masalah

PENGARUH PERSALINAN DENGAN BANTUAN EKSTRAKTOR VAKUM TERHADAP DISPARENIA PADA WANITA POSTPARTUM

AVIE AVIEVAH B, dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp. OG; Agung Nugroho, AMG, MPH; dr. Muhammad Nurhadi Rahman, Sp. OG

2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Disfungsi seksual merupakan salah satu permasalahn yang dapat mengganggu kualitas hidup seorang wanita. Meskipun angka kejadian disfungsi seksual pada wanita postpartum cukup tinggi, namun hanya sedikit dari penderita yang mencari pertolongan dan mendapatkan pengobatan. Disparenia merupakan salah satu kriteria disfungsi seksual. Beberapa penelitian sebelumnya menyebutkan bahwa persalinan dengan alat bantu merupakan salah satu faktor risiko terjadinya disparenia pada wanita postpartum. Hingga saat ini, masih belum ditemukan penelitian di Indonesia tentang pengaruh persalinan dengan bantuan ekstraktor vakum terhadap disparenia pada wanita postpartum. Tujuan: Mengetahui pengaruh persalinan dengan pemakaian ekstraktor vakum terhadap prevalensi disparenia pada wanita postpartum. Rancangan penelitian: Cross Sectional Bahan dan cara kerja: Sejumlah 119 subjek memenuhi kriteria inklusi dalam penelitian ini. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, persalinan vaginal spontan sebanyak 91 orang dan vakum sebanyak 28 orang. Data primer didapatkan dari pengisian kuesioner Female Sexual Function Index dan kuesioner data karakteristik umum oleh subjek yang dilakukan pada 3-6 bulan postpartum. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Waktu rata-rata subjek pertama kali melakukan hubungan seksual adalah pada minggu kedelapan postpartum. Total prevalensi disparenia pada penelitian ini sebanyak 58/119 atau 48,7%. Jika dibagi berdasarkan kelompok, prevalensi disparenia pada kelompok persalinan vakum sebanyak 12/28 (42,9%) sedangkan vaginal spontan sebanyak 46/91 (50,5%). Setelah dilakukan uji analisis, rasio prevalensi cara persalinan vakum dibandingkan vaginal spontan dalam menimbulkan disparenia adalah 0,15 kali lebih kecil, namun hasil ini tidak signifikan (95% CI=0,528-1,361). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara cara persalinan vakum dan vaginal spontan terhadap prevalensi disparenia.

Background: Sexual dysfunction is a problem that can impair the quality of life in woman. Although the prevalence of sexual dysfunction in postpartum women is rather high, only a few of the patients who seek for help and get treatment. Dyspareunia is one of the criteria for sexual dysfunction. Several previous studies mention that operative vaginal delivery is one of the risk factors for dyspareunia in postpartum women. In Indonesia, there is still lack of studies about the effect of vacuum extractor delivery on dyspareunia in postpartum women. Objective: To determine the effect of vacuum extractor delivery on the prevalence of dyspareunia in postpartum women. Research design: Cross Sectional Materials and methods: A number of 119 subjects fulfill the inclusion criteria in this study. Subjects were divided into two groups, spontaneous vaginal delivery were 91 women and vacuum were 28 women. Primary data was collected from the Female Sexual Function Index questionnaire and the general characteristics questionnaire fulfilled by subjects that conducted at 3-6 months postpartum. Data were analyzed using chi-square test. Results: The mean times subject restarting intercourse was eight weeks postpartum. Total prevalence of dyspareunia in this study were 58/119 (48,7%). When divided into groups, the prevalence of dyspareunia in vacuum delivery group were 12/28 (42,9%), whereas the spontaneous vaginal delivery group were 46/91 (50,5%). After analysing the data, the prevalence ratio of dyspareunia in vacuum delivery was 0.15 lower than in spontaneous vaginal delivery, but the result is not significant (95% CI=0,528-1,361). Conclusion: There is no significant relationship between vacuum delivery and spontaneous vaginal delivery on the prevalence of dyspareunia.

Kata Kunci : Disparenia, persalinan vaginal spontan, persalinan vakum.

  1. S1-2015-311712-abstract.pdf  
  2. S1-2015-311712-bibliography.pdf  
  3. S1-2015-311712-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2015-311712-title.pdf