Laporkan Masalah

Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Tingkat Kecemasan Calon Pengantin Di Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta Tahun 2014

AMELIA DEVY I, Dra. Sumarni, M.Si, P.Si;Dr. dr. Carla R. Marchira, Sp.KJ(K)

2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTER

Latar belakang: Kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang memiliki prevalensi yang tinggi. Perkawinan merupakan salah satu dari stresor psikososial penyebab kecemasan pada calon pengantin. Banyak hal yang perlu dipersiapkan dengan matang menjelang perkawinan. Kesiapan dalam menghadapi rumah tangga yang akan dibangun bisa menjadi konflik di dalam diri calon pengantin dan dapat menimbulkan kecemasan menjelang hari perkawinan. Tingkat perasaan cemas yang terjadi bisa sama atau berbeda antara calon pengantin pria dan wanita. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan kecemasan serta perbedaan kecemasan antara calon pengantin pria dan wanita di Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta pada tahun 2014. Metode: Penelitian merupakan penelitian non-eksperimental dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus-Desember 2014 di Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta. Sampel penelitian diambil secara purposive sampling dengan subjek penelitian sebanyak 52 orang. Instrumen penelitian adalah kuesioner data pribadi dan kuesioner Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS). Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan uji Chi Square dan uji Koefisien Kontingensi untuk data nominal dan nominal. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kecemasan yaitu nilai p sebesar 0,048. Terdapat perbedaan yang bermakna antara calon pengantin pria dan wanita kaitannya dengan kecemasan, nilai p sebesar 0,048.

Background: Anxiety was a mental health problem with hive prevalence level. Marriage was one of the psychosocial stressor which trigger anxiety in premarital couple. A lot of things needed to be prepared before the wedding event. Self preparedness in managing a households which will be build could be a self conflict within the future bride and groom and could arouse anxiety toward the wedding day. The anxiety level might be different between the bride and the groom. Aim: This study is aimed to understand the relation between gender and anxiety level in premarital couple at the Yogyakarta city office of religious affair in 2014. Method: This study is a non-experimental research with cross-sectional design. The study conducted from August to December 2014 in the Yogyakarta city office of religious affairs. Study sample were taken by purposive sampling with total amount of subject as many as 52 people. The research instrument is self identification questionnaire and the Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) Questionnaire. The data gathered was analyzed using Chi Square test and Coefficient Contingency test for nominal and nominal data. Result: A relation which statistically significant existed between gender and anxiety level, p value is 0,048. Significant difference also noted in relation between the groom and the bride in accordance to their anxiety, p value is 0,048.

Kata Kunci : Kecemasan,jenis kelamin,perkawinan


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.