PENGARUH CARA PERSALINAN VAGINAL DAN SEKSIO CESAREA TERHADAP DISPARENIA PADA WANITA POSTPARTUM
ISANAWIDYA HIKMAH PARAMITA, dr. Edi Patmini Setya Siswanti, Sp. OG; Agung Nugroho, AMG, MPH
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Penelitian mengenai disparenia di Indonesia masih jarang dilakukan, terutama di Jogjakarta. Salah satu faktor yang dianggap berpengaruh terhadap angka kejadian disparenia adalah cara persalinan. Beberapa penelitian menyebutkan bahwa seksio cesarea merupakan faktor protektif disparenia. Hal tersebut menyebabkan jumlah kelahiran dengan seksio sesarea yang sebenarnya tidak diperlukan meningkat secara global. Hubungan pasti antara cara persalinan dengan angka kejadian disparenia masih harus diteliti lebih lanjut. Tujuan: Mengetahui prevalensi disparenia pada periode postpartum dan hubungannya dengan cara persalinan vaginal dan seksio cesarea. Cara kerja: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Cross Sectional dengan melibatkan 141 subjek yang memenuhi kriteria inklusi. Subjek dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok persalinan vaginal sebanyak 95 orang dan kelompok seksio cesarea sebanyak 46 orang. Data primer dikumpulkan dari kuesioner Female Sexual Function Index dan kuesioner data karakteristik umum yang dilakukan pada 3-6 bulan postpartum. Data kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Prevalensi disparenia pada penelitian ini sebanyak 80 orang atau 56,7%. Dengan rincian, prevalensi disparenia pada kelompok persalinan vaginal sebanyak 50 orang sedangkan seksio cesarea sebanyak 30 orang. Setelah dilakukan uji analisis, rasio prevalensi cara persalinan vaginal terhadap seksio cesarea dalam menimbulkan disparenia adalah 0,8 kali (95% CI 0,607-1,073). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan yang bermakna antara cara persalinan vaginal dengan seksio cesarea terhadap prevalensi disparenia.
Background: Research on dyspareunia has not widely conducted in Indonesia, especially in Yogyakarta. Based on previous researches, cesarean section known as protective factor of dyspareunia. It is leading to increasement of unecessary cesarean section delivery in the world. In contrast, some researchers state that the mode of delivery has no effect on the prevalence of dyspareunia. There are still many doubts about the association between the mode of delivery and dyspareunia. Objective: To determine the prevalence of dyspareunia in the postpartum period and its association with vaginal delivery and cesarean section. Materials and methods: A cross sectional study with 141 subjects met the criteria of inclusion. Subjects were divided into two groups, 95 women belong to vaginal delivery group and 46 women in cesarean section group. Primary data were collected from Female Sexual Function Index questionnaire and general characteristics data questionnaire, conducted in 3-6 months postpartum. Data were analyzed using chi-square. Results: The prevalence of dyspareunia in this study were 80 women or 56.7% of the subjects. In details, the prevalence of dyspareunia in vaginal delivery group were 50 women, while in cesarean section group were 30 women. After analyzing, the prevalence ratio of association between mode of delivery and dyspareunia was 0.8 (95% CI 0.607 to 1.073). Conclusion: There is no significant difference between the mode of delivery vaginal and casarean section with dyspareunia prevalence.
Kata Kunci : Disparenia, Cara Persalinan Vaginal, Seksio Cesarea