HUBUNGAN ANTARA STRESOR PSIKOSOSIAL DENGAN KECEMASAN PADA CALON PENGANTIN YANG AKAN MENIKAH PADA TAHUN 2014 DI KANTOR URUSAN AGAMA KOTA YOGYAKARTA
MUH. RADITYA FADHIL, Dra.Sumarni,M.Si; Dr.dr.Carla R.Marchira,Sp.KJ(K)
2014 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Prevalensi nasional gangguan jiwa ringan di Indonesia pada tahun 2013 adalah sebesar 6%, sedangkan prevalensi gangguan jiwa ringan di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2013 adalah sebesar 8,1%. Gangguan jiwa ringan yang paling sering terjadi adalah kecemasan. Pernikahan merupakan sebuah peristiwa besar dalam kehidupan seseorang dan juga merupakan stresor yang sering menimbulkan sakit. Stresor psikososial adalah salah satu faktor penyebab terjadinya kecemasan. Tujuan: Untuk mengidentifikasi hubungan antara stresor psikososial dengan kecemasan pada calon pengantin yang akan menikah pada tahun 2014 di Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan potong lintang dengan menggunakan kuisioner data pribadi, Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS), dan Instrumen Penilaian Stresor Psikososial (IPSP). Besar sampel pada penelitian ini adalah berjumlah 46 subyek. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi Square dan uji korelasi Spearman. Sampel diambil dari Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta. Hasil: Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik p = 0,203 (p > 0,05) dan terdapat hubungan searah dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah (r = 0,176) antara stresor psikososial dengan kecemasan pada calon pengantin yang akan menikah pada tahun 2014 di Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta.
Background: National prevalence of people with mild mental illness in Indonesia during 2013 is 6%, while in Yogyakarta during 2013 averaged at 8,1%. The most diagnosed mild mental illness is anxiety. Marriage is a big event in life and yet a stressor that can make an illness. Psychosocial stressor is one factor that could cause anxiety. Aim: To identify relationships between psychosocial stressors and anxiety in expectant bride and groom who will marry on 2014 in Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta. Methods: The design of this study was observational cross sectional using personal data questionnaire, Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS), and Instrumen Penilaian Stresor Psikososial (IPSP). Sample size of this study is 46 people. The data was analyzed using chi square test and spearman correlation test. Sample were taken at Kantor Urusan Agama kota Yogyakarta Results: The result of this study showed that there was no statisticaly significant relationship between psychosocial stressors and anxiety (p = 0,203) and there is a positive correlation with very weak correlation strength (r = 0,176) in expectant bride and groom who will marry on 2014 in Kantor Urusan Agama Kota Yogyakarta.
Kata Kunci : Stresor psikososial, kecemasan, Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS), Instrumen Penilaian Stresor Psikososial (IPSP), calon pengantin.