HUBUNGAN ANTARA SMALL DENSE LOW DENSITY LIPOPROTEINDENGAN KEJADIAN GAGAL JANTUNG AKUT PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT
AMANDA PUTERI, dr. Anggoro Budi Hartopo, M.Sc., Sp.PD., Ph.D ; Dr.med.dr.Putrika Prastuti Ratna Gharini,Sp.JP
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERBackground: Gagal jantung akut adalah komplikasi yang sering terjadi dari infark miokard akut (IMA) dan berhubungan dengan peningkatan risiko kematian. Luas infark berkorelasi dengan kegagalan pompa jantung. Small dense low density lipoprotein (sd-LDL) merupakan faktor risiko baru yang dapat memprediksikan penyakit jantung koroner. Namun hubungan antara kadar sd-LDL pada pasien IMA dengan atau tanpa gagal jantung akut belum sepenuhnya diketahui. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar sd-LDL dengan terjadinya komplikasi gagal jantung akut pada pasien IMA. Metode: Dilakukan dengan metode potong lintang pada pasien IMA yang dirawat di ICCU RSUP dr. Sardjito. Pengambilan sampel dilakukan secara konsekutif. Diagnosis gagal jantung akut berdasarkan kriteria Killip. Penentuan kadar sd-LDL dilakukan dengan metode perhitungan menggunakan rumus. Hasil: Penelitian ini melibatkan 202 subjek yang dibagi menjadi dua kelompok, dengan dan tanpa gagal jantung akut. Tidak terdapat perbedaan bermakna antara rerata kadar sd-LDL pada kedua kelompok, rerata kadar sd-LDL kelompok gagal jantung akut yaitu sebesar 39,23 ± 10,35 mg/dl, dibanding rerata kadar sd-LDL pada kelompok tanpa gagal jantung akut 35,41 ± 12,27 mg/dl (nilai p= 0,11). Simpulan: Tidak terdapat perbedaan rerata kadar sd-LDL yang bermakna antara pasien IMA dengan gagal jantung akut dan tanpa gagal jantung akut.
Background: Acute heart failure (AHF) is the primary complication of acute myocardial infarction (AMI) and correlates with high mortality. The extent of infarction correlates with heart pump failure. Small dense low density lipoprotein (sd-LDL) is the new emerging risk factor of coronary artery disease (CAD). However, correlation between sd-LDL level in AMI patients with and without AHF has not been fullly understood. Objective: The study was conducted to determine if there is a correlation between sd-LDL level with acute heart failure in patients with AMI. Methods: This study used cross-sectional method on patiens with AMI admitted in ICCU Dr. Sardjito General Hospital. Consecutive sampling was conducted. The diagnosis of AHF based on Killip criteria. Determination of sd-LDL level based on formula. Statistical methods for assessing differences of the sd-LDL level with Student T-test. Result: The study involved 202 subjects divided into two groups, AMI patients with AHF and without AHF. Mean sd-LDL levels were higher in AMI patients with AHF (39,23 ± 10,35 mg/dl), compared to AMI patients without AHF (35,41 ± 12,27 mg/dl). However, statistical analysis showed that there is no significant difference (p= 0,11) between mean sd-LDL levels in two groups. Conclusion: There was no significant difference between mean sd-LDL levels in AMI patient with AHF and without AHF.
Kata Kunci : small dense low density lipoprotein, infark miokard akut, gagal jantung akut, Killip.