Laporkan Masalah

Fiscal Distress pada Kabupaten dan Kota di Indonesia, 2007-2012

LINGGO SUPRANGGONO, Dr. Artidiatun Adji, M.Ec., MA.

2015 | Tesis | S2 SAINS ILMU EKONOMI

Penelitian ini menguji keadaan keuangan seluruh pemerintah daerah di Indonesia tahun 2007- 2012. Secara empiris penelitian ini akan menguji apakah pemerintah daerah tersebut mengalami fiscal distress dan faktor apa yang menentukan terjadinya fiscal distress. Penelitian ini menggunakan regresi logistik untuk menguji hipotesis. Terdapat asosiasi positif antara rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap Total Pendapatan, Dana Lokasi Umum (DAU) terhadap Total Pendapatan, Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap Total Pendapatan, Utang terhadap Total Pendapatan dengan kemungkinan terjadinya fiscal distress. Sedangkan, terdapat asosiasi negatif antara rasio Belanja Modal terhadap Total Belanja, Pertumbuhan Pendapatan dan Besaran Pendapatan, Kabupaten dan Jawa dengan kemungkinan terjadinya fiscal distress. Hasil Penelitian menunjukan bahwa terdapat 9.6 persen dari seluruh pemerintah daerah yang menderita fiscal distress. Pertumbuhan pendapatan adalah faktor yang paling signifikan penyebab terjadinya fiscal distress.

This study examines the financial condition of Indonesian local governments from 2007-2012. It’s empirically examines whether they suffer from fiscal distress and what factors determine of fiscal distress. We utilize logistic regression to examine the hypothesis. There are positive associations between the ratio of Own Sources Revenue to Total Revenue, Unconditional transfers to Total Revenue, Revenue Sharing to Total Revenue, Debt to Total Revenue, with the possibility of fiscal distress. On the other hand, there are negative associations between Capital Expenditure to Total Expenditure , Growth, Size, Regency and Java Region with fiscal distress. The result showed that 9,6 percent of Indonesian local government suffer from fiscal distress. Growth is the most significant predictor that cause of fiscal distress in Indonesian local government.

Kata Kunci : fiscal distress, regresi logistik, desentralisasi fiskal, dan pelayanan masyarakat


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.