EVALUASI PROGRAM PENANGANAN JALAN NASIONAL DI PROVINSI SUMATERA SELATAN BERDASARKAN NILAI IRI, LEBAR JALAN dan V/C RATIO
RIANI NOVIASTUTI, Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, MT
2015 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik TransportasiKondisi jalan yang baik turut berperan serta dalam peningkatan ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, politik, pertahanan dan keamanan. Keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah untuk penanganan jalan melalui BTPJN III Sumatera Selatan Ditjen. Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum mengharuskan adanya skala prioritas dalam pengambilan kebijakan agar pelaksanaannya dapat sesuai dengan kebutuhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan prioritas penanganan jalan dengan metode IPA dan CSI modifikasi, membandingkan hasilnya dengan program Bina Marga untuk selanjutnya dapat diidentifikasi permasalahan yang ada. Penelitian dimulai dengan memetakan kondisi eksisting di lapangan tahun 2011-2013 menggunakan metode IPA (Importance Performance Analysis) modifikasi sehingga diketahui rencana penanganan tiap ruas jalan.Parameter yang digunakan adalah nilai IRI, lebar jalan dan V/C ratio. Perhitungan prioritas penanganan tiap ruas jalan dilakukan dengan metode CSI (Customer Satisfaction Index) modifikasi. Dan penentuan tingkat prioritas antar ruas dilakukan dengan penilaian terhadap hasil pemetaan metode IPA modifikasi dan hasil perhitungan prioritas metode CSI modifikasi. Proses selanjutnya adalah membandingkan jenis dan prioritas penanganan berdasarkan perhitungan dengan program Bina Marga. Berdasarkan perhitungan menggunakan IPA dan CSI modifikasi diketahui bahwa ruas jalan nasional Provinsi Sumatera Selatan yang menjadi prioritas penanganan tahun 2012 adalah Jalan Ogan (Sekayu) sepanjang 5,8 km (0,40 %) dengan rencana penanganan berupa pemeliharaan berkala dan pelebaran jalan untuk mencapai kondisi jalan yang sesuai dengan persyaratan teknis, tahun 2013 adalah Jalan Betung – Bts. Kota Palembang sepanjang 56,17km (3,89 %) dengan rencana penanganan berupa pelebaran jalan untuk peningkatan kapasitas dan tahun 2014 adalah Jalan Sri Jaya Raya (Palembang) sepanjang 6,22 km (0,43 %) dengan rencana penanganan berupa manajemen lalu lintas dan pemeliharaan rutin. Berdasarkan perbandingan hasil perhitungan menggunakan metode IPA dan CSI modifikasi dengan program Bina Marga diketahui bahwa tahun 2012 terdapat 49 ruas jalan (59,76 %) sepanjang 874,59 km (60,56 %) dilakukan penanganan secara efektif, 15 ruas jalan (18,29 %) sepanjang 264,43 km (18,31 %) dilakukan penanganan kurang efektif dan 18 ruas jalan (21,95 %) sepanjang 305,24 km (21,13 %) dilakukan penanganan tidak efektif. Tahun 2013 terdapat 52 ruas jalan (63,41 %) sepanjang 907,35 km (62,82 %) dilakukan penanganan secara efektif,18 ruas jalan (21,95 %) sepanjang 342,39 km (23,71 %) dilakukan penanganan kurang efektif dan 12 ruas jalan (14,63 %) sepanjang 194,52 km (13,47 %) dilakukan penanganan tidak efektif. Tahun 2014 terdapat 48 ruas jalan (58,54 %) sepanjang 751,29 km (52,02%) dilakukan penanganan secara efektif,17 ruas jalan (20,73 %) sepanjang 355,70 km (24,63 %) dilakukan penanganan kurang efektif dan 17 ruas jalan (20,73 %) sepanjang 337,27 km (23,35 %) dilakukan penanganan tidak efektif.
The good condition of the road takes an important role in improving the economic, the socio-cultural, the environment, the political view and the defense and the security. The limitation fund is prepared by the government to handle the road through BBPJN III Directorate General of South Sumatra Province. The ministry of public works Bina Marga requires to make the priority scale in taking the policy in order to make the implementation is suitable with the needs. The purpose of this research is to find out the type and the priority in the road treatment using IPA method and CSI modification and to compare the result with Bina Marga Program to identify the available problems. The research was begun with the mapping the existing field condition in 2011-2013 using IPA method (Importance Performance Analysis) modification so that it can be found out the treatment plan for each space of the road. The parameter used is IRI score, the width road and v/c ratio. The priority calculation in treatment each space of the road was done by CSI method (Customer Satisfaction Index) modification. The decision of the priority step for each space was done by the calculating the mapping result IPA method modification and the calculation result of the priority using CSI method modification. The next process was comparing the kind and the priority treatment based on the calculation in Bina Marga program. Based on the calculation using IPA method and CSI modification, it can be found that each space of the national road of South Sumatra Province through 5,8 km (0,40%) with the treatment plan such as the periodic maintenance and the width road to reach the road condition which was suitable with the requirement technique. In 2013, Betung Street – Palembang City bounder through 56,17 km (3,89%) with the treatment plan such as the width road to improve the capacity and in 2014 is Sri Jaya Raya Street (Palembang) through 6,22 km (0,43%) with the treatment plan such as the traffic management and the periodic maintenance. Based on the comparison the result findings using IPA method and CSI modification with Bina Marga program, it can be found out that in 2012 there are 49 space road (59,76%) through 874,59 km (60,56%) is done the effectively treatment, 15 space road (18,29%) through 264,43 km (18,31%) is handled less effectively and 18 road space (21,95%) through 305,24 km (21,13 %) is handled uneffectively. In 2013, there are 52 road space (63,41%) through 907,35 km (62,82 %) is handled effectively,18 road space (21,95 %) through 342,39 km (23,71 %) is handled less effectively and 12 road space (14,63 %) through 194,52 km (13,47 %) is handled ineffectively. In 2014 there are 48 road space (58,54 %) through 751,29 km (52,02%) is handled effectively,17 road space (2073 %) through 355,70 km (24,63 %) is handled less effectively and 17 road space (20,73%) through 337,27 km (23,35%) is handled uneffectively.
Kata Kunci : prioritas penanganan, IPA modifikasi, CSI modifikasi, efektivitas