Laporkan Masalah

HUBUNGAN KELURUSAN PERMUKAAN TERHADAP POTENSI HIDROKARBON DI CEKUNGAN SALAWATI, PAPUA

MARCELINO NOVRYANTO YONAS, Dr.Agung Setianto, ST., M.Si.

2015 | Tesis | S2 Teknik Geologi

Secara geografis, daerah penelitian terletak pada bagian kepala burung pulau Papua atau termasuk dalam wilayah administratif Kotamadya Sorong, Propinsi Papua Barat. Daerah penelitian merupakan area konsesi dari PT. Petrochina Bermuda, Ltd dan secara geologi merupakan bagian dari Cekungan Salawati. Topik dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh keterdapatan kelurusan terhadap potensi hidrokarbon di daerah penelitian. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan hubungan antara densitas kelurusan dengan kumulasi hidrokarbon dan melakukan interpretasi terhadap potensi keberadaan hidrokarbon dengan mendeteksi kehadiran rembesan mikro dan anomali hidrokarbon melalui analisis citra Landsat. Tahapan penelitian diawali dengan melakukan ekstraksi terhadap kelurusan di permukaan bumi. Ekstraksi kelurusan pada permukaan bumi secara digital dilakukan pada data ASTER DEM dengan menggunakan perangkat lunak PCI Geomatic, sementara itu, ekstraksi permukaan secara manual dilakukan pada data citra Landsat 8 OLI dengan menggunakan beberapa parameter analisis yakni : Principal Component Analysis (PCA), Ratio Band dan Filtering (penyaringan). Selanjutnya, dilakukan analisis densitas kelurusan di permukaan bumi untuk menganalisis daerah dengan gradasi pengaruh struktur geologi. Analisis terhadap anomali hidrokarbon terhadap citra Landsat dilakukan dengan menggunakan metode “Segitiga Almeido-Filho” dan analisis nilai threshold mineral untuk menentukan daerah anomali rembesan mikro dan alterasi mineral di daerah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh densitas kelurusan di daerah penelitian memiliki korelasi dengan produksi hidrokarbon khususnya pada Blok Walio di bagian selatan. Sementara itu, korelasi densitas kelurusan pada Blok Arar tidak memiliki impikasi secara langsung dengan kumulasi hidrokarbon. Selanjutnya, dari hasil analisis anomali dan rembesan mikro hidrokarbon menunjukkan sebaran anomali berada pada bagian utara, tengah dan selatan daerah penelitian. Untuk menentukan area prospek hidrokarbon, maka dilakukan pembobotan terhadap masing-masing paramater mulai dari yang terbesar hingga yang terkecil, yakni densitas kelurusan, anomali hidrokarbon dan alterasi mineral. Hasil akhir penelitian adalah berupa proses tumpang susun dari parameter ini yang menunjukkan area prospek hidrokarbon di daerah penelitian berada pada kisaran prospek “sedang-tinggi” yang tersebar secara setempat-setempat di bagian utara, tengah dan selatan daerah penelitian.

Geographically, area of research located on the “Bird Head” of Papua Island and the administratically on Sorong Municipality, West Papua Province. Area province is concessions of PT. Petrochina Bermuda, Ltd and as geologically is part of Salawati Basin. The topics of this research is to analyzing the influence of lineaments to the hydrocarbon cummulative in research area. The main goal of this research are to get correlation between on lineament density and hydrocarbon cummulative and to do interpretation about hydrocarbon prospect with detected by microseepage anomaly through landsat image analysis. The first stage of research starts from the extraction of the surface lineament which digitally extraction on surface is using the ASTER DEM data with PCI Geomatic software. Meanwhile, manually extraction are done at Landsat 8 OLI data that using several parameter namely Principal Component Analysis (PCA), Rationing Band, and Filtering. Analysis to the hydrocarbon anomaly with Landsat image are using with “Almeida-Filho Triangle” and threshold mineral alteration to determine microseepage anomaly and mineral alteration on research area. The results of this research refers the influence of lineament density have a direct correlation with hydrocarbon cummulative, especially in Walio Block on the southern of research area. Vice versa, the maximum density correlation in Arar Block have not a direct implication with hydrocarbon existing on subsurface. This case, can be interpret as a consequences of faulting in Arar Block which obstruct the migrating of hydrocarbon. Furthermore, the result of hydrocarbon anomaly and mineral alteration have been indicating distribution of anomaly on the northern, middle and southern of research area. To determine of the hydrocarbon prospect area, the weighting for each parameters from the biggest until the smallest, viz lineament density, hydrocarbon anomaly and mineral alteration. The final results of this research is overlay process of the parameters that indicated of Hydrocarbon Prospect Area which are on the “medium – high” r

Kata Kunci : -


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.