Sistem pemeriksaan operasional pada Badan Pengawasan Daerah Propinsi Papua
KOMARIANTO, Ganis, Dr. Warsito Utomo
2002 | Tesis | Magister Administrasi PublikOrganisasi bisa dikatakan baik bila semua fungsi-fungsi manajemen bisa berjalan secara seimbang satu sama yang lain. Fungsi-fungsi tersebut, antara lain adalah fungsi perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Organisasi Pemerintah dalam usaha meningkatkan kesejahteraan Rakyat, ketiga fungsi tersebut sangatlah memegang peranan yang sangat penting. Namun kenyataan yang kita hadapi dewasa ini tidaklah demikian. Hal ini terlihat bahwa fungsi perencanaan dan fungsi pelaksanaan sudah demikian pesat kemajuannya, di lain pihak orang menganggap fungsi pengawasan tidak terlalu penting oleh karena masih ada anggapan sementara orang bahwa fungsi pengawasan hanya mencari-cari kesalahan orang. Hal semacam ini terkadang bisa dimaklumi, karena memang selama ini fungsi pengawasan belum bisa menunjukan hasil yang menggembirakan, bila dibandingkan dengan fungsi perencanaan dan pelaksanaan. Untuk meningkatkan citra pengawasan agar sejajar atau bila perlu lebih maju dan baik dari fungsi perencanaan dan pelaksanaan, dilingkungan Departemen Dalam Negeri telah ditetapkan suatu Sistem Pemeriksaan Operasional dengan sasaran pokok adalah pemeriksaan diutamakan pada bagian-bagian kegiatan program-program yang diduga atau diketahui memerlukan perbaikan atau koreksi baik sebagian maupun seluruhnya. Sehingga bila terjadi penyimpangan dapat diantisipasi lebih dini dan bisa dengan segera &adakan perbaikan. Melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri No 10 Tahun 1992 tetang Pedoman Pemeriksaan Aparat Pengawasan Fungsional di Jajaran Dalam Negeri, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor : 138 Tahun 1996 tentang Pedoman Pemeriksaan Reguler Aparat Pengawasan Fungsional di Jajaran Departemen Dalam Negeri. Namun sebaik-baiknya suatu sistem Pengawagan hasilnya sangatlah ditentukan oleh unsur manusianya yaitu Aparat Pengawasan itu sendiri. Pada Badan Pengawasan Daerah Provinsi Papua, Sistem Penieriksaan Operasional belum dapat diterapkan dengan sepenuhnya oleh karena masih kurangnya kemampuan aparat pengawasan dalam arti kemampuan daya dana, waktu dan sarana kerja, yang masih perlu ditingkatkan. Dalam hubungan dengan pembahasan Tesis ini penulis membatasi path peningkatan kemampuan aparat pengawasan khususnya mengenai mental pengawas, kemampuan penguasaan materi pemeriksaan dan kemampuan menguasai tehnis pemeri ksaan. Usaha-usaha atau upaya yang dilakukan dan ditempuh Ketua Badan Pengawasan Daerah Papua, adalah dengan pembinaan pegawai melalui pendidikan, latihan-latihan, kurusudpenataran tentang pengawasan, peningkatan Biaymana Operasional dan peningkatan SaranaPrasUana dan lain sebagainya.
Organization will be good if all of management functions can be equally conducted each other. The functions consist of planning, performing, and control function. Government organization in improving public prosperity, however, each of the three functions actually has a significant role. Whereas in the fact, the planning and the performing functions have rapidly improved, in the other hand, there is an statement that the control function is not too important, and it only find the other one’s fault. This case can be understood of the situation, because the control function has not given the expected effect rather than the both functions. In term of improvement of the control function image to be equal or better function than planning and performing function, in Department of Home Affair, has been established the Operational Control System that includes the main target on programs considered need any improvement or correction either over all aspects or a part of aspect. Therefore, if there is a deviation that it can be identified early, and conducted a correction. There are control systems based on decree of Minister of Home Affairs No : 10/1992 of the Guide of the inspection for apparatus of the functional control in range of Department of Home affairs. How ever, the better result is determined by human aspect that is the apparatus of the operational control. In the control agency of Papua Province, the Operational Inspection System could not be applied completely, because the capability of control apparatus was still less, it implied that the fund, times and work-means, still need to increase. Regarding to the thesis, the author limited on improving of the capability of control apparatus especially for controller’s mental, mastering the control subject and technique. The efforts conducted in the regional control agency of Papua are to give some illuminations through education, training, upgrading, etc.
Kata Kunci : Organisasi Pemerintah Daerah,Badan Pengawasan,Pemeriksaan Operasional