Laporkan Masalah

Pembangunan ekonomi kota Denpasar :: Analisis hadil-hasil pembangunan ekonomi yang telah dicapai dan kemampuan ekonomi Kota Denpasar dalam melaksanakan otonomi daerah

WIRAWAN, I Made, Dr. Samsubar Saleh, MA

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Berlakukanya Otonomi Daerah diyakini merupakan jalan terbaik dalam rangka mendorong pembangunan daerah, menggantikan konsep pembangunan terpusat, yang oleh banyak pihak diduga sebagai penyebab lambannya pembangunan di daerah. Dengan otonomi berarti adanya keleluasaan bagi daerah untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya, juga menyusun prioritas pembangunan yang akan dilakukan, sehingga diharapkan akan mampu melahirkan strategi yang tepat dalam melaksanakan pembangunan. Muara dari semua itu bagi daerah adalah terjadinya percepatan pembangunan daerah, khususnya yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran hash pembangunan ekonomi yang berhasil dicapai Kota Denpasar selama periode tahun 1996-2000, serta memperoleh gambaran kemampuan Kota Denpasar dalam menghadapi Otonomi Daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif yang didukung model dan rumus-rumus ekonomi makro dalam menganalisis keberhasilan pembangunan, serta menggunakan konsep penelitian otonomi daerah yang dilakukan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Yogyakarta bekerjasama dengan Departemen Dalam Negeri untuk mengukur kemampuan daerah dalam menghadapi otonomi daerah. Hasil analisis menunjukkan bahwa selama periode pengamatan 1996-2000, pembangunan yang berlangsung di Kota Denpasar telah menunjukkan hash yang relatif baik. Laju pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar rata tats per tahun sebesar 5,37%. Terlihat bahwa kontribusi sektor tersier dalam membentuk perekonomian Denpasar sangat dominan, jika dibandingkan dengan sektor primer dan sekunder. Hal ini mengindikasikan bahwa telah terjadi transformasi struktural, yaitu pergeseran kegiatan ekonomi dari sektor primer ke sektor tersier. Dan hash analisis sektor basis menunjukkan bahwa sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor jasa, serta sektor perdagangan hotel dan restoran menunjukkan keunggulan kompetitif dan komparatifnya. Sementara itu dari sisi subsektor, subsektor jasa penunjang angkutan, subsektor petemakan,dan subsektor jasa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif yang tertinggi di Kota Denpasar. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa Kota Denpasar dilihat dari kemampuan ekonomi yang dimilikinya dapat dikatakan relatif mampu melaksanakan otonomi daerah berdasarkan indikator pengukuran yang diacu dalam penelitian ini. Guna memantapkan pelaksanaan pembangunan ekonomi Kota Denpasar dalam era Otonomi Daerah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi yang disertai tingkat pemerataan yang semakin baik, diperlukan strategi pembangunan ekonomi untuk memperluas kesempatan kerja, stabilitas ekonomi daerah dan pengembangan basis ekonomi. Strategi pembangunan ekonomi dengan menempatkan dan memanfaatkan sektor-sektor unggulan atau sektor basis sebagai prioritas dalam pembangunan dapat diterapkan, mengingat keterbatasan sumberdaya dan dana yang dimiliki oleh daerah, tanpa mengabaikan sektor lain secara proporsional, demi kemajuan perekonomian dan mengarah kepada terciptanya keseimbangan antar sektor atau meminimalisir kesenjangan yang terjadi.

The enactment of regional autonomy is considered as the best way of supporting regional development, instead of centered development concept, which many people assumed as the cause of the regional development indolence. Autonomy means the regional has discreation to develop their owned potentials, set the development priorities that will be done, so that it will be capable of generating the appropriate strategy in doing so. The main objective of this for regional is to accelerate regional development, particularly relating to the economical one. The objective of this research was to get the picture of economic development yield achieved by Kota Denpasar for the period of 1996-2000, and to obtain the representation of ability of Kota Denpasar in the face of regional autonomy. This research used the descriptive approach supported by macroeconomics model and formulations in analysis the development success, and used the research concept of regional autonomy that was done by social and politics sciences of Yogyakarta Gadjah Mada University cooperated with home affairs department to measure the regional capacity in facing regional autonomy. The analysis result indicated that the 1996-2000 observation period, the development that continues in Kota Denpasar showed the relatively appropriate result. The rate of economic growth of Kota Denpasar annually is as high as 5,37% on average. In fact that the tertiary sector contribution in establishing the economic of Denpasar is very dominant, compared to primary and secondary sectors. This indicated that the structural transformation took place there, namely the movement of economic activity from primary sector to tertiary sector. From the result of basis sector analysis showed that transportation and communication sectors, service and trade sectors of hotel and restaurant represented the competitive and comparative superiority. While from the subsector side, the subsector service sub sector of transportation support, livestock subsector and coorporation service subsector had the highest competitive and comparative superiority in Kota Denpasar. The further analysis suggested that Kota Denpasar in the light of economic ability available could be considered relatively capable of holding the regional autonomy based on the measurement indicator, which this research referred to. In order to ensure the implementation of regional development of Kota Denpasar in regional autonomy area that is to improve the society welfare through the improvement of economic growth followed by the more improved distribution rate, require the economic development strategy to broaden the employment oppurtunity, regional economic stability and economic basis development. The economic development strategy by placing and exploiting the superior sectors or basis sector as priority in development can be applied, cause of the limitation of fund and resources available in the region, without regardless of other sectors proportionally, by which the advancement of economy and the balance among the sectors as well as the gap minimization can be realized.

Kata Kunci : Pembangunan Ekonomi, Otonomi Daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.