DISTRIBUSI KASUS KEMATIAN AKIBAT KERACUNAN DI RSUP DR. SARDJITO TAHUN 1993-2013
ADAM MULIA, dr. Yudha Nurhantari, Ph.D, Sp.F ; dr. Hendro Widagdo, Sp.F
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTERLatar Belakang: Keracunan merupakan substansi yang berasal dari alam ataupun buatan pada dosis tertentu dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan hidup menyebabkan cedera atau kematian. Pada negara berkembang kematian yang disebabkan oleh keracunan tinggi dikarenakan faktor kurangnya regulasi, pengawasan, dan kontrol terhadap peredaran obat-obatan dan bahan kimia yang beredar di pasaran, yang berpotensi meningkatkan angka mortalitas dan morbiditas. Tujuan: Mengetahui distribusi kasus kematian akibat keracunan di DIY Jawa Tengah dan masalah-masalah yang mendasarinya. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil korban kematian akibat keracunan di RSUP Dr. Sardjito pada tahun 1993 hingga 2013 sejumlah 63 kasus, cara dan penyebab tersering ialah kecelakaan (30 kasus) serta racun sianida (24 kasus). Korban terbanyak laki-laki (65%), usia tersering 31-40 tahun (19 kasus), dan TKP tersering di Kota Yogyakarta (23 kasus). Kesimpulan: Jumlah kematian akibat keracunan setiap tahunnya fluktuatif dengan cara dan penyebab tersering dari kematian akibat keracunan adalah kecelakaan dengan jenis racun sianida. Pada laki-laki lebih sering dibandingkan perempuan, dengan usia tersering adalah antara usia 31 hingga 40 tahun. Lokasi di DIY-Jawa Tengah terbanyak yang menjadi TKP kematian akibat keracunan berada di wilayah Kota Yogyakarta. Serta pemeriksaan penunjang merupakan kriteria utama untuk diagnosis kematian akibat keracunan.
Background: Poison is a substance from nature or artificially made which at a certain dosage may cause damages to living tissues, injuries, or deaths. In developing countries, death due to poisoning is high because of lack of regulation, supervision, and control on the distribution of drugs and chemical materials in the market which potentially increases mortality and morbidity rates. Purpose: To discover the distribution of cases of death due to poisoning in DIY Central Java and the underlying issues. Method: This study used descriptive observational method. Result: This study discovered that the number of deaths due to poisoning in RSUP Dr. Sardjito in 1993 to 2013 was 63 cases, the most common manner and cause was accident (30 cases) and cyanide (24 cases). The most common victims were men (65%), the most common age was 31-40 years old (19 cases), and the most common crime scene was Yogyakarta (23 cases). Conclusion: The number of death each year fluctuated and the most common manner and cause of deaths due to poisoning was accident with cyanide poison type. It happened in men more than women, with most common age between 31 to 40 years old. The most common location in DIY-Central Java for crime scenes of deaths due to poisoning was in Yogyakarta area. Supporting investigation was the main criteria to diagnose deaths due to poisoning.
Kata Kunci : Racun, Toksikologi, Distribusi Kematian, Visum et Repertum, Poison, Toxicology, Distribution of Death, Visumet Repertum