Hubungan Perilaku Berisiko dengan Depresi pada Penderita HIV/AIDS di Klinik Edelweis RSUP DR.Sardjito Yogyakarta
CLARISHAINTANPRATIWI, Dr.dr.Carla R. Marchira, Sp.KJ(K);dr. Irwan Supriyanto, PhD;dr.Budi Pratiti, Sp.KJ
2015 | Skripsi | PENDIDIKAN DOKTERLatar belakang: Prevalensi penderita HIV/AIDS yang hidup di Indonesia mengalami peningkatan dari 83.000 tahun 2001 menjadi 610.000 tahun 2012. Peningkatan tersebut sebanding dengan peningkatan perilaku berisiko yaitu penasun dan hubungan seks berisiko yang masih mendominasi transmisi virus HIV. Semakin lama seseorang yang hidup dengan HIV, maka akan cenderung mengalami gangguan psikiatrik depresi sebesar 22%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku berisiko dengan depresi pada penderita HIV/AIDS di Klinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional study dengan menggunakan data primer yaitu wawancara dan kuesioner dari pasien HIV/AIDS yang dirawat di Klinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta. Analisis data menggunakan analisis data univariat dan bivariat. Hasil: Hasil uji statistik didapatkan bahwa nilai p-value hubungan perilaku berisiko dengan depresi adalah 0,857 atau nilai p>0,05 yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang bermakna secara statistika antara perilaku berisiko dengan depresi. Prevalensi depresi pada penderita HIV/AIDS pada penelitian ini adalah tinggi (39,13%). Perilaku berisiko yaitu 83,48% masih mendominasi cara penularan virus HIV/AIDS. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara perilaku berisiko dengan depresi pada penderita HIV/AIDS di Klinik Edelweis RSUP Dr. Sardjito.
Background: The prevalence of HIV/AIDS patients living in Indonesia increased from 83,000 in 2001 to 610,000 in 2012. The cause of the high prevalence of HIV infection is still the number of transmission risky behavior, including injecting drug users and risky seksual relations that dominate the virus HIV transmission. The longer a person living with HIV, are likely to experience depressive psychiatric disorders 22%. Objective: This study aims to understand the relationship between risky behavior and depression of patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Methods: This study was an analytic of cross sectional study. The data collection was obtained from primary data, interviews and questionnaires of the patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarta. Data will be analyzed using univariate and bivariate analysis. Results: The Statistical test result showed that the p-value from the relationship of risky behavior with depression was 0.857 or p-value > 0.05 which indicates that the relationship between risky behavior with depression was not statistically significant. The prevalence of depression in patients with HIV/AIDS was high (39,13%). Risky behavior (83,48%) dominated the transmission of HIV/AIDS virus. Conclusion: There was no significant relationship between risky behavior and depression of the patients with HIV/AIDS in Edelweiss Clinic Dr. Sardjito Hospital, Yogyakarata.
Kata Kunci : Risky behaviors, depression, people with HIV/AIDS