PERBEDAAN CURAH SALIVA PADA LANJUT USIA PENYANDANG DIABETES MELLITUS TIPE 2 DAN BUKAN PENYANDANG DIABETES MELLITUS
MEUTIA KHARISMA L, drg. Supriatno, M.Kes., M.D.Sc., Ph.D.; drg. Goeno Subagyo, Sp.O.Path.
2015 | Skripsi | S1 PENDIDIKAN DOKTER GIGIDiabetes mellitus (DM)tipe 2 merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan kerja insulin. Penyakit ini banyak ditemukan pada lanjut usia. Penyakit DM tipe 2 dapat mempengaruhi kesehatan oral penderitanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan curah saliva antara lanjut usia penyandang DM tipe 2 dengan lanjut usia bukan penyandang DM. Penelitian ini merupakan penelitian epidemiologi deskriptif dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini terdiri dari 40 orang lanjut usia penyandang DM tipe 2 dan 40 orang lanjut usia bukan penyandang DM yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data berupa hasil pengukuran curah saliva yang kemudian dianalisis menggunakan uji non parametrik Mann-Whitney. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rerata curah saliva lanjut usia penyandang DM tipe 2 (0,07 ml/menit) lebih rendah dibandingkan dengan rerata curah saliva lanjut usia bukan penyandang DM (0,10 ml/menit). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada data rerata curah saliva antara lanjut usia penyandang DM tipe 2 dengan lanjut usia bukan penyandang DM (P<0,05). Seseuai dengan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rerata curah saliva antara lanjut usia penyandang DM tipe 2 dengan lanjut usia bukan penyandang DM.
Diabetes mellitus (DM) type 2 is a hyperglycemic metabolic disease which happened because of insulin dysfunction. The disease can be predominantly found in elders. Diabetes mellitus type 2 affects oral health status of the sufferers. The aim of this study was to determined is there any differences of salivary flow rate between elderly with DM type 2 and those without DM This study was descriptive epidemiology study with cross sectional approach. Subjects of this study were 40 elders with DM type 2 and 40 elders without DM, that lived in Daerah Istimewa Yogyakarta. Data then were analyzed using non-parametric Mann-Whitney test. The result showed that salivary flow rate of elders with DM type 2(0,07 ml/min) were lower than elders without DM (0.10 ml/min). The result of Mann-Whitney test showed significant differences in salivary flow rate between elders with DM type 2 an those without DM (P<0.05). It could be conclude that there is a difference of salivary flow rate between elders with DM type 2 and those without DM.
Kata Kunci : elders, diabetes mellitus, salivary flow rate