MAKNA PROFESI PUSTAKAWAN BAGI PUSTAKAWAN (Studi pada Pustakawan di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan Universitas Atmajaya Yogyakarta)
INDAH NOVITA SARI, Prof. Dr. Partini, SU
2015 | Tesis | S2 Kajian Budaya dan MediaPustakawan merupakan unsur penting dalam pendidikan. Pustakawan seharusnya memadai dalam segi jumlah dan dihargai sebagai orang yang menyediakan informasi. Namun, kenyataannya sangat memprihatinkan jika dilihat dari jumlah dan image negatif yang melekat pada profesi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa pustakawan memilih profesinya dan bagaimana memaknai profesi pustakawan dengan menggunakan teori konstruksi sosial dari Peter L. Berger dan Thomas Luckman. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan metode thick description. Informan penelitian adalah pustakawan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Universitas Atmajaya Yogyakarta. Jumlah informan adalah 18 pustakawan. Teknik pemilihan informan dilakukan dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan terbagi menjadi 3 kelompok yaitu placement librarian, elected librarian dan educated librarian. Placement librarian mengungkapkan fungsi ekonomi dan peran sosial terkait pilihan menekuni profesi pustakawan. Elected librarian mengungkapkan fungsi ekonomi dan terbukanya peluang karir terkait pilihan berprofesi sebagai pustakawan. Sedangkan educated librarian mengungkapkan fungsi kognitif (kepemilikan ilmu pengetahuan di bidang perpustakaan) terkait pilihan berprofesi sebagai pustakawan. Profesi pustakawan dimaknai secara berbeda berdasarkan lingkungan sosial, pendidikan dan pemahaman terhadap identitas pustakawan. Karena sifat makna yang dinamis bergantung pada konteks yang melingkupi informan, maka makna profesi pustakawan dipahami secara beragam dan dapat berubah sejalan dengan perubahan lingkungan sosial informan. Perbedaan makna dalam profesi pustakawan, mengakibatkan perbedaan penilaian oleh informan. Terdapat informan yang bangga dan tidak dengan profesi pustakawan. Hal ini berdampak pada pengungkapan diri pustakawan dan keterlibatan dalam dunia kepustakawanan.
Librarian is an important element in education. Librarians should be sufficient in terms of quantity and valued as a person who providing information. However, the reality is quite alarming when seen from the quantity and the negative image attached to this profession. This study aims to determine why librarians chose this profession and how to interpret a librarian profession by using the theory of social construction of Peter L. Berger and Thomas Luckman. This study used a qualitative research method of thick description. The informants were librarians UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta and University of Atma Jaya Yogyakarta. There are 18 librarians as informants. The informant selected with purposive sampling technique. The results showed that the librarian is divided into 3 groups: placement librarian, librarian Elected and educated librarian. Placement librarian revealing the function of economic and social roles related to the choice of profession librarians. Elected librarian reveal the economic function and opening career opportunities related to option works as a librarian. While educated librarian reveal cognitive function (ownership in the field of library science) related option works as a librarian. Librarian profession is interpreted differently based by the social environment, education and the understanding of the identity of librarians. Due to the dynamic nature the meaning will depends on the context that surrounding the informants, so the librarian profession has various meanings and changes with the changes of informant social environment. The difference in interpret of the librarian profession, resulting differences assessment by the informants. There informants who are proud and not proud by their profession as librarians. This has an impact on self-disclosure and the involvement of librarian in the library world.
Kata Kunci : Makna, Konstruksi Sosial, Pustakawan