Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan pemberian dana bantuan operasional Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah dalam konteks jaring pengaman sosial :: Studi kasus di Kota Bogor-Jawa Barat 1999

MUDJITO, Dr. Agus Dwiyanto

2002 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang j elas dan mendalam mengenai beberapa aspek implementasi kebijakan pemberian Dana Bantuan Operasional bagi SD dan MI. Metoda yang digunakan adalah studi kasus pada 6 (enam) SD - MI di Kota Bogor. Hasil penelitian memperoleh bukti bahwa kinerja implementasi kebijakan cenderung kurang memuaskan. Dari jumlah SD-MI sebanyak 390 sekolah, yang membutuhkan bantuan sebanyak 337 dan yang dapat dipenuhi hanya 245 sekolah atau 63% dari kebutuhan. Tahun berikutnya bahkan menurun menjadi 182 sekolah atau 47%. Implementasi program cenderung berjalan secara formalistik dan tidak terjadi mekanisme check and balance dari komite pelaksana. Dana DBO diterima secara utuh tanpa potongan tetapi mengalami keterlambatan rata-rata 3 bulan pada setiap termin pembayaran. Ada 4 (empat) faktor yang mempengaruhi kinerja kebi jakan tersebut yaitu komunikasi, struktur birokrasi, sumber-sumber daya dan disposis faktor komunikasi dan struktur birokrasi berpengaruh kuat terhadap implementasi kebijakan yaitu pada pemahaman terhadap apa dan bagaimana kebijakan itu dilaksanakan serta terhadap kecepatan kerja komite dalam melayani klien. Saran untuk memperbaiki kinerja implementasi kebijakan adalah perlunya penyederhanaan SOP'S dan cara pengkomunikasikannya. Selain itu struktur birokrasi (komite) perlu dirampingkan dengan menghapus komite propinsi dan mengupayakan agar setiap tataran komite mempercepat pelayanan terhadap tataran komite yang lebih rendah.

The objective of this research was to find out various implementation aspects of policy on block grant in social safety net context for both primary school (SD) and MI. The research uses case study as a method, which is applied on 6 (six) SD/MI's in Bogor. The result of the research proved that performance of policy implementation tends to less satisfy. Out of 390 schools, 337 schools (86,4 %) nominated, only 245 schools (63 8) received the grant in the first year, but declining to only 182 schools (47%) in it's following year. The program implementation tend to be formalistic whereby "check and balance" mechanism seems do not emerge from the executing committee. The grant fund is received in full without any reduction, but there is three months delay on each terms of payment on average. There are 4 (four) factors influence the performance of policy : communication, bureaucracy structure, resources, and disposition. The policy implementation is strongly influenced by the communication and bureaucracy system factors, toward on the understanding of what and how to execute the policy, and toward accelaration of the policy implementation. In order to improve the performance of policy implementation, simplification of SOP'S and communication is needed. Besides, system of bureaucracy/ committee should be restructured by removing provincial committee, each level of committee has to speed up its service to its lower level jurisdiction

Kata Kunci : Kebijakan Kependidikan,Dana Operasional SD dan Madrasah Ibtidaiyah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.